Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Delapan Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Masuk Zona Merah Longsor, Mana Saja?

Muhamad Busthomi • Minggu, 18 Januari 2026 | 12:05 WIB
TERTUTUP: Timbunan longsor yang menutup akses jalur Tosari beberapa waktu lalu. BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat, ada delapan kecamatan yang masuk kawasan rentan longsor.
TERTUTUP: Timbunan longsor yang menutup akses jalur Tosari beberapa waktu lalu. BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat, ada delapan kecamatan yang masuk kawasan rentan longsor.

BANGIL, Radar Bromo - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Pasuruan dalam beberapa hari terakhir, mulai berdampak serius.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menetapkan delapan kecamatan masuk zona merah kerawanan longsor.

Penetapan itu menyusul terganggunya akses transportasi di jalur Tutur menuju Tosari akibat material lumpur yang menutup sebagian badan jalan, Sabtu (17/1).

Hujan dengan intensitas tinggi memicu pergerakan tanah di kawasan perbukitan. Material lumpur terbawa air hujan dan mengendap di jalan, terutama di jalur Tutur–Tosari yang menjadi akses utama warga dan wisatawan menuju kawasan Bromo.

Meski longsoran masih berskala kecil, kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengendara.

BPBD memperingatkan potensi longsor susulan masih cukup tinggi. Cuaca ekstrem diprediksi dapat memicu pergerakan tanah lanjutan di titik-titik rawan.

Jika tidak diantisipasi sejak dini, bukan tidak mungkin akses transportasi warga terputus.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan pihaknya telah memetakan wilayah-wilayah dengan risiko tinggi bencana hidrometeorologi, khususnya longsor.

Fokus pengawasan diarahkan pada daerah pegunungan dengan kemiringan lereng yang curam.

“Wilayah yang tergolong rawan longsor meliputi Kecamatan Tosari, Tutur, Puspo, Purwodadi, Prigen, Gempol, Purwosari, dan Lumbang. Daerah-daerah ini perlu mendapat perhatian khusus,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah menggencarkan mitigasi nonstruktural.

Salah satunya melalui sosialisasi kepada masyarakat yang bermukim di lereng perbukitan agar memahami tanda-tanda longsor serta prosedur evakuasi mandiri saat cuaca buruk.

Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk penanganan di lapangan.

“Untuk mitigasi struktural, seperti perbaikan tebing dan infrastruktur yang terdampak, akan dilakukan oleh dinas teknis sesuai kewenangannya,” tambah Sugeng.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat hujan deras berlangsung lama.

Pengendara juga diminta meningkatkan kehati-hatian ketika melintasi jalur rawan longsor, khususnya di kawasan pegunungan. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#longsor #kabupaten pasuruan #bencana #zona merah #cuaca ekstrem