BANGIL, Radar Bromo - Rencana perusahaan smelter aluminium berskala global asal Chongqing, Tiongkok, Bosai Mineral Group, untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Pasuruan, sepertinya bukan isapan jempol semata.
Buktinya, jajaran pimpinan Bosai datang ke Kabupaten Pasuruan, Kamis (15/1) siang.
Rombongan yang dipimpin Vice President Bosai Mineral Group, Mr Cao Wengi, itu datang untuk membahas wacana penanaman modal di Kabupaten Pasuruan.
Mereka disambut Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori.
Dalam pertemuan tersebut, Cao Wengi mengungkapkan nilai investasi yang akan digelontorkan tidak main-main.
Bosai berencana menanamkan modal sebesar USD 1,5 miliar atau setara Rp 25 triliun untuk pembangunan smelter aluminium di Kabupaten Pasuruan.
“Nilai investasinya besar. Karena itu kami berharap proses administrasi dan perizinan bisa segera diselesaikan agar produksi dapat segera dimulai,” ujar Cao Wengi.
Ia menegaskan, Bosai ingin secepatnya merealisasikan investasi dengan memanfaatkan lahan industri yang tersedia di Kabupaten Pasuruan.
Apalagi, sebelumnya Bosai Mineral Group Co., Ltd telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terkait persiapan pemanfaatan lahan industri.
Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori menilai rencana investasi tersebut menjadi angin segar bagi daerah.
Tidak hanya dari sisi nilai investasi, tetapi juga dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
“Mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini. Selain nilai investasi yang besar, nanti akan ada ribuan tenaga kerja yang terserap. Ini yang sangat dibutuhkan masyarakat,” terangnya.
Gus Shobih-sapaannya-menegaskan, Pemkab Pasuruan siap memberikan dukungan penuh agar rencana investasi Bosai berjalan lancar.
Mulai dari pendampingan perizinan hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Kami siap membantu dengan sebaik-baiknya supaya investasi ini benar-benar bisa terealisasi,” jelasnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin