BANGIL, Radar Bromo - Kabupaten Pasuruan masuk tiga besar daerah dengan peredaran narkoba tertinggi di Jawa Timur.
Kondisi itu mendorong aparat kepolisian memperkuat langkah pencegahan sejak usia pelajar.
Upaya tersebut dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Pasuruan melalui sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan pendidikan.
Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan AKP Ali Sadikin menegaskan, tingginya peredaran narkoba di Pasuruan menjadi alarm serius yang harus direspons bersama. Edukasi sejak dini dinilai penting agar pelajar tidak mudah terjerumus.
“Pasuruan ini masuk tiga besar peredaran narkoba di Jawa Timur. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari usia sekolah dengan memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba, dampak hukum, kesehatan, dan masa depan mereka,” tegas Ali Sadikin.
Menurutnya, pelajar merupakan kelompok rentan yang kerap menjadi target peredaran narkoba.
Kurangnya pengetahuan dan pengaruh lingkungan menjadi celah yang sering dimanfaatkan jaringan pengedar.
Sebab itu ia menilai pentingnya pelajar memahami jenis-jenis narkoba, modus peredaran, hingga cara menolak dan melindungi diri dari pengaruh negatif narkoba.
Polisi juga menekankan ancaman sanksi pidana bagi pengguna maupun pengedar.
“Kami ingin anak-anak ini punya benteng sejak dini. Jangan sampai masa depan mereka hancur karena narkoba,” ujarnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin