BANGIL, Radar Bromo - Pelaksanaan ibadah Natal 2025 di Kabupaten Pasuruan berlangsung aman dan kondusif.
Namun, kepolisian tidak berhenti pada klaim sukses semata. Evaluasi menyeluruh langsung dilakukan untuk memastikan pola pengamanan benar-benar efektif di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat akhir tahun.
Polres Pasuruan mencatat seluruh rangkaian ibadah Natal di sejumlah gereja berjalan tanpa gangguan berarti.
Pengamanan dilakukan secara berlapis dengan menempatkan personel di setiap rumah ibadah, jalur penghubung, hingga kawasan wisata yang mengalami lonjakan kunjungan selama libur panjang.
Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menegaskan, pengamanan Natal bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ujian kesiapan aparat dalam menjamin rasa aman umat beragama.
Karena itu, setiap titik pengamanan dievaluasi sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
“Secara umum pengamanan berjalan baik, tapi tetap kami evaluasi. Mulai dari kesiapan personel, koordinasi lintas sektor, sampai respons di lapangan. Ini penting sebagai bahan perbaikan ke depan,” ujar Dani-sapaannya.
Dalam pengamanan Natal tahun ini, Polres Pasuruan menempatkan perwira pengendali di gereja-gereja besar untuk memastikan koordinasi berjalan cepat dan efektif.
Selain itu, patroli mobile diperkuat untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di sekitar lokasi ibadah.
Hasil evaluasi sementara, kata Dani, menunjukkan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat berjalan cukup solid.
Tidak ditemukan gangguan keamanan menonjol, baik di lokasi ibadah maupun di jalur-jalur utama pergerakan warga.
Meski demikian, kepolisian mencatat sejumlah catatan teknis, terutama terkait kepadatan arus lalu lintas di kawasan tertentu dan perlunya penyesuaian pola pengamanan saat cuaca ekstrem.
“Beberapa titik perlu penambahan personel saat hujan deras karena berdampak pada arus jamaah dan parkir,” katanya.
Selain gereja, pengamanan juga difokuskan pada kawasan wisata dan pusat keramaian yang menjadi tujuan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.
Langkah ini diambil untuk mencegah gangguan keamanan sekaligus mengantisipasi kecelakaan lalu lintas.
Pendeta Gereja Santa Theresia Pandaan mengapresiasi kehadiran aparat keamanan selama ibadah berlangsung.
Ia menyebut sekitar 1.000 jemaat dapat mengikuti perayaan Natal dengan tenang.
“Pengamanan cukup terasa, jemaat merasa aman dan tidak khawatir,” jelasnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin