BANGIL, Radar Bromo - Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), aparat kepolisian meningkatkan pemantauan di sejumlah jalur wisata di Kabupaten Pasuruan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus mengantisipasi potensi kecelakaan di tengah cuaca ekstrem yang belakangan kerap melanda wilayah Pasuruan.
Sejumlah ruas jalan yang menjadi atensi utama berada di kawasan wisata pegunungan dan jalur penghubung antardaerah.
Di antaranya jalur menuju kawasan Prigen–Tretes, Tosari–Bromo, serta akses wisata alam di wilayah Purwodadi dan Tutur.
Jalur-jalur tersebut rawan terjadi kepadatan kendaraan. Terlebih saat libur panjang. Ditambah kondisi jalan yang berkelok, menanjak, dan licin akibat hujan.
Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Derie Fradesca mengatakan personel telah disiagakan di titik-titik strategis, baik melalui patroli rutin maupun penjagaan di jalur wisata favorit.
Pemantauan juga dilakukan secara mobile untuk mengantisipasi kemacetan mendadak dan gangguan lalu lintas lainnya.
“Fokus kami adalah jalur wisata yang selama ini menjadi tujuan utama masyarakat saat libur panjang. Personel kami siagakan untuk pengaturan lalu lintas, patroli, sekaligus memberikan imbauan kepada pengguna jalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca ekstrem menjadi perhatian serius. Intensitas hujan yang tinggi berpotensi memicu longsor, pohon tumbang, hingga genangan air di beberapa ruas jalan.
Karena itu, pengendara diminta lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalur pegunungan.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memantau kondisi cuaca sebelum berangkat. Jika hujan deras, sebaiknya menunda perjalanan. Di jalur menanjak dan turunan, jaga kecepatan dan pastikan kondisi kendaraan prima,” tegasnya.
Selain itu, pengendara juga diminta tidak memaksakan diri apabila kondisi fisik lelah.
Warga juga diimbau segera melapor kepada petugas terdekat jika menemui kondisi jalan berbahaya atau kejadian darurat di jalur wisata.
“Kami juga mengingatkan agar pengendara mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Keselamatan adalah yang utama, apalagi saat kondisi cuaca tidak menentu seperti sekarang,” lanjutnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin