Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau, RSUD Bangil Kini Punya Alat Bone Mineral Density untuk Deteksi Osteoporosis

Inayah Maharani • Selasa, 16 Desember 2025 | 13:10 WIB
TINGKATKAN PELAYANAN: Seorang pasien saat sedang diperiksa menggunakan alat kedokteraan baru Bone Mineral Density.Inset : Alat baru yang dimiliki RSUD Bangil yakni Bone Mineral Density.
TINGKATKAN PELAYANAN: Seorang pasien saat sedang diperiksa menggunakan alat kedokteraan baru Bone Mineral Density.Inset : Alat baru yang dimiliki RSUD Bangil yakni Bone Mineral Density.

RUMAH Sakit Daerah (RSUD) Bangil terus mengembangkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang lebih prima.

Tahun ini berkat dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT), alat baru dibeli untuk mengoptimalkan pelayanan. Rumah sakit pelat merah tersebut kini punya alat untuk mengetes kepadatan tulang.

Alat tersebut adalah Bone Mineral Density (BMD) atau bisa juga disebut DEXA. BMD adalah metode pemeriksaan menggunakan sinar-X untuk mengukur kadar kalsium dan mineral lain dalam tulang yang tujuannya untuk  menilai kekuatan tulang dan risiko tulang keropos (osteoporosis)  atau patah tulang.

Menurut Direktur RSUD Bangil dr. Arma Roosalina, M.Kes melalui Kepala tim kerja pelayanan medis rawat jalan dr. Darmi Sapto Kurniawati, dengan alat ini maka risiko osteoporosis dan patah tulang dapat dideteksi sejak dini.

“BMD merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur kepadatan mineral dalam tulang, sehingga bisa mendeteksi sejak dini jika ada masalah dalam struktur tulang,” ujarnya.

Selain melihat adanya masalah dalam struktur tulang, BMD juga dapat dimanfaatkan untuk menentukan terapi yang bisa dilakukan pasien jika ada masalah dalam struktur tulang.

Biasanya, kepadatan tulang dapat menurun seiring penuaan, dan penurunan signifikan bisa menyebabkan osteopenia (kepadatan tulang rendah) atau osteoporosis (tulang keropos dan rapuh).

Sehingga Wanita menopause ke atas, pria usia 70+, atau individu dengan faktor risiko osteoporosis (misalnya, riwayat patah tulang, berat badan rendah, penggunaan steroid jangka panjang) dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ini.

Darmi menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan rumah sakit untuk para pasien dan masyarakat. Sehingga mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

“Seiring berkembangnya teknologi dari masa ke masa, perkembangan teknologi di bidang kesehatan ini semakin pesat. Manajemen RSUD Bangil harus terus mengikuti perkembangannya agar pelayanan kesehatan masyarakat lebih optimal,” ungkapnya. (ran/fun/*)

Editor : Abdul Wahid
#osteoporosis #rsud bangil #cukai #DBHCHT