BANGIL, Radar Bromo - Tragedi di perlintasan kereta Dusun Selokambang, Desa Gununggangsir Beji, menyisakan satu keajaiban.
Dari lima penumpang Honda Accord yang tertemper KA Mutiara Timur, empat sekeluarga meninggal di lokasi. Hanya seorang balita berusia satu tahun, Rizka Putri Maharani, yang selamat.
Balita perempuan tersebut kini dirawat intensif di RS Bhayangkara. Ia mengalami trauma kepala dan patah tulang paha.
Kondisinya stabil, namun pemulihan fisik dan mentalnya diprediksi tidak mudah. Nasibnya pun mengundang perhatian banyak pihak, termasuk jajaran Polres Pasuruan.
Kapolsek Beji Kompol Akhmad Sukiyanto menyampaikan bahwa Rizka masih berada di RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek, Gempol.
Meski tampak hanya mengalami luka ringan, dokter tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh.
“Secara kasat mata luka ringan, ada memar di kepala belakang dan di kakinya. Tapi karena masih balita, tetap harus dipastikan lebih lanjut,” ujar Sukiyanto.
Tim medis menjadwalkan pemeriksaan MRI untuk memastikan tidak ada cedera tersembunyi.
Prosedur ini penting bagi pasien balita karena beberapa luka internal tidak selalu tampak dari luar.
“Penanganannya masih di rumah sakit sampai kondisinya membaik. Sudah ada pihak keluarga yang mendampingi,” bebernya.
MRI (Magnetic Resonance Imaging) sendiri merupakan metode pemindaian menggunakan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar struktur tubuh secara detail.“Hasil MRI ini yang akan menentukan langkah berikutnya,” imbuh Sukiyanto.
Setelah tragedi maut itu, banyak pihak yang bertakziah ke rumah duka korban,. Saat Satuan Binmas Polres Pasuruan mendatangi rumah duka untuk takziah, perhatian para petugas langsung tertuju pada cerita tentang balita yang masih berjuang di rumah sakit.
Kasat Binmas Polres Pasuruan IPTU Sunarti menyebut bahwa anak tersebut kini menjadi fokus utama keluarga besar yang ditinggalkan.
“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Kehilangan empat anggota keluarga sekaligus adalah beban yang luar biasa. Tapi masa depan balita ini sekarang yang paling penting,” ujar Sunarti, kemarin (2/11).
Dalam kunjungan itu, Satbinmas juga menyerahkan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian. Bantuan tersebut diterima orang tua dan kakak korban yang kini menanggung tanggung jawab penuh atas perawatan balita tersebut.
Sunarti menegaskan bahwa kepolisian siap memberikan dukungan jika keluarga membutuhkan pendampingan lanjutan, terutama dalam mengawal proses pemulihan sang balita.
Kepolisian juga terus memonitor perkembangan kondisi medis balita tersebut melalui tim RS Bhayangkara.
“Kami memahami betapa berat situasinya. Anak ini membutuhkan perhatian penuh agar bisa pulih dan tumbuh dengan baik,” ujarnya.
Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menyoroti insiden ini sebagai pengingat keras agar masyarakat lebih waspada saat melintasi perlintasan kereta api.
Meski musibah tidak bisa ditebak, ia menegaskan keselamatan tetap bisa dijaga dengan kedisiplinan.
“Tidak perlu saling menyalahkan. Yang terpenting adalah kewaspadaan. Fokus saat berkendara adalah hal utama,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kelalaian sekecil apa pun bisa berakibat fatal bagi banyak orang. “Keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain,” ujarnya.
Bagaimana dengan langkah polisi terhadap kasus kecelakaan ini? Sementara untuk proses hukumnya, penanganan perkara kecelakaan ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan.
“Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi serta analisis teknis di lokasi kejadian,” imbuh Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid