BANGIL, Radar Bromo - Struktur pengamanan desa di Kabupaten Pasuruan kian komplet. Seluruh 365 desa dan kelurahan kini resmi memiliki Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dengan formasi satu peleton per desa.
Totalnya mencapai 10.950 personel yang siap menjadi garda terdepan keamanan lingkungan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Rido Nugroho, menyampaikan bahwa pembentukan Satlinmas sudah rampung seluruhnya.
Dana operasional pun ditanggung masing-masing desa melalui alokasi dana desa.
“Setiap desa wajib bentuk satu peleton. Isinya 30 personel. Kalau dikalikan 365 desa (dan kelurahan, red), totalnya 10.950 personel Satlinmas. Semua sudah berjalan,” terang Rido.
Menurut dia, desa saat ini memiliki peran besar dalam menjaga keamanan warganya.
Karena itu, pembiayaan dari dana desa dianggap langkah paling efektif untuk memastikan Satlinmas bekerja mandiri tanpa menunggu intervensi kabupaten.
Selain Satlinmas, Pemkab Pasuruan juga mulai membangun sistem respon dini kebakaran melalui pembentukan relawan Redcar.
Setiap desa direncanakan memiliki dua relawan yang akan menjadi tim awal penanganan kebakaran sebelum pemadam tiba. Namun prosesnya masih bertahap.
“Redcar ini masih baru. Relawannya per desa dua orang. Saat ini baru separuh desa yang berjalan,” jelas Rido.
Relawan Redcar berada di bawah Bidang Damkar dan bersifat sukarela. Mereka bukan tenaga medis atau P3K, namun disiapkan menjadi penangan pertama di lapangan saat terjadi insiden kebakaran.
Dengan dua perangkat sekaligus, Pemkab Pasuruan berharap respons keamanan desa bisa berlangsung lebih cepat.
Personel yang tersebar di tiap desa disebut menjadi keunggulan karena mampu bergerak sebelum petugas utama tiba.
“Kesiapsiagaan desa jadi lebih kuat. Satlinmas menjaga keamanan, Redcar menangani kedaruratan awal. Sinergi ini penting untuk perdesaan,” tambah Rido. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin