Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

DLH Kabupaten Pasuruan Siap Tambah Insinerator Jika Efektif Tangani Gunungan Sampah

Muhamad Busthomi • Selasa, 18 November 2025 | 18:45 WIB
TUMPUKAN: Sampah-sampah yang hanya bisa ditumpuk di TPA Wonokerto, Kecamatan Sukorejo. Dengan adanya insinerator, diharapkan penanganan sampah bisa lebih optimal.
TUMPUKAN: Sampah-sampah yang hanya bisa ditumpuk di TPA Wonokerto, Kecamatan Sukorejo. Dengan adanya insinerator, diharapkan penanganan sampah bisa lebih optimal.

BANGIL, Radar Bromo - Opsi memperbanyak insinerator di Kabupaten Pasuruan terbuka lebar.

Pemerintah daerah memberi sinyal bahwa penambahan unit bakal dilakukan tahun depan, asal dua insinerator yang dibeli tahun ini terbukti efektif menekan timbunan sampah.

Langkah ini muncul di tengah kondisi pengelolaan sampah yang memasuki fase darurat Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terus meninggi.

Sistem penanganan yang selama ini hanya mengandalkan pola “timbun dan tumpuk” mulai memunculkan risiko baru: ledakan gas metana, lindi yang mencemari tanah dan aliran sungai, serta umur TPA yang makin pendek.

Tahun ini, Pemkab Pasuruan menggelontorkan anggaran Rp 3 miliar untuk membeli dua insinerator yang akan ditempatkan di PDUS Pandaan.

Mesin itu diharapkan mengolah sebagian besar sampah yang sebelumnya langsung dikirim ke TPA.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Yusuf Daniyal, menyebut pengadaan insinerator sebagai langkah yang akhirnya ditempuh, setelah penanganan sampah mentok selama bertahun-tahun.

“Sampah kita hanya ditimbun di TPA tanpa ujung penyelesaian. Lama-lama jadi masalah baru,” katanya.

Daniel -sapaan Yusuf Daniyal menegaskan, ancaman metana, lindi, dan kapasitas TPA yang makin kritis tidak boleh diabaikan.

Insinerator dinilainya menjadi solusi realistis untuk mengurangi beban TPA.Bbaik sampah rumah tangga maupun industry.

Meski demikian, legislator PKB itu mengingatkan, bahwa efektivitas insinerator harus dipastikan sejak awal.

“Alatnya jangan hanya ada. Harus menyala rutin dan menangani sampah dari titik-titik penghasil terbesar. Ini butuh pengelolaan yang disiplin,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, M. Nur Kholis, optimistis dua insinerator baru itu bisa memberi dampak signifikan. Insinerator ini mampu memangkas volume sampah lebih dari 70 persen.

Ia menjelaskan, uji coba direncanakan mulai awal 2026 setelah pemasangan dan penyesuaian teknis selesai.

Menurut Kholis, teknologi insinerator memungkinkan siklus penanganan sampah berlangsung lebih cepat.

“Selama ini, TPA terus menerima kiriman sampah tanpa proses pengurangan yang memadai. Dengan insinerator, prosesnya jauh lebih efisien,” ujarnya.

Ia juga memastikan, insinerator dilengkapi sistem penyaring emisi agar aman bagi lingkungan.

Kabar baiknya, peluang menambah insinerator baru tahun depan cukup terbuka.

“Kalau hasil uji coba menunjukkan performa bagus, tentu kami pertimbangkan penambahan unit,” kata Kholis. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#dlh #insinerator #sampah #kabupaten pasuruan #dprd #tpa