BANGIL, Radar Bromo – Program beasiswa penyetaraan pendidikan S1 bagi guru informal di Kabupaten Pasuruan, kembali menjadi sorotan.
Setelah sempat vakum sejak 2022, program ini dihidupkan lagi tahun ini. Namun, efisiensi anggaran dan pemangkasan dana transfer ke daerah, membuat kelanjutan program tahun depan terancam.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, menjelaskan bahwa program tahun ini menyasar 105 guru madin, 20 guru TPQ, serta 63 guru TK dan RA.
“Kami telah melakukan beasiswa untuk guru PAUD, KB, TK, dan RA demi penyesuaian pendidikan mereka,” ujarnya.
Krisni-sapaannya-menegaskan, program ini merupakan kelanjutan dari beasiswa penyetaraan yang dijalankan pada 2022.
Pemerintah daerah, kata dia, menjadikan peningkatan kualitas guru PAUD sebagai agenda jangka panjang.
“Kami menyadari bahwa mereka adalah garda terdepan dalam membentuk generasi emas sejak usia dini,” tuturnya.
Namun, memasuki pembahasan RKA 2026 bersama DPRD, Krisni belum dapat memastikan keberlanjutan beasiswa tahun depan.
Ia menyebut, prioritas sementara adalah menuntaskan pendidikan peserta yang sudah menerima beasiswa tahun ini.
“Tahun depan kami fokus menyelesaikan pendidikan bagi penerima yang belum lulus,” ujarnya.
Lalu bagaimana dengan kuota baru? Menurut Krisni, skema beasiswa untuk peserta baru kemungkinan dialihkan ke Dinas Sosial. Mekanismenya akan mirip beasiswa prestasi dan beasiswa ekonomi.
“Seleksi nanti dilakukan Dinsos, apakah melalui jalur prestasi atau jalur ekonomi,” tandasnya. (tom/one)
Editor : Fahreza Nuraga