BANGIL, Radar Bromo - Musim penghujan tak lantas membuat penyaluran air bersih dihentikan.
Belum sepenuhnya krisis air tersudahi, menjadi alasan distribusi air bersih masih dilakukan.
Hanya saja, intensitasnya berkurang dari sebelumnya.
"Dropping air bersih masih kami lakukan. Namun, intensitasnya berkurang. Bila sebelumnya bisa sampai 50 ribu liter per hari sekarang hanya kisaran separonya,” kata Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kabupaten Pasuruan Dimaz Krist.
Menurut Dimaz, distribusi air bersih dilakukan, lantaran sumber air di desa-desa terdampak, belum mengalir lancar.
Hal ini, salah satunya dipengaruhi jaringan pipa yang mengalami masalah.
"Kami lakukan distribusi air dengan mengacu pada situasi dan perkembangan yang terjadi di lapangan. Kalau kemudian sudah lancar, dropping-nya pun di-stop," ungkapnya.
Sementara itu, selama Oktober lalu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan menyalurkan 335 ribu liter air bersih ke sejumlah desa terdampak kekeringan di Kecamatan Pasrepan.
Distribusi berlangsung sejak 7 hingga 31 Oktober 2025, melibatkan pengurus, staf, dan relawan PMI.
Setiap hari, armada tangki air dikerahkan menuju titik-titik kekeringan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air minum, memasak, dan kebersihan.
Ketua PMI Kabupaten Pasuruan Agus Sutiadji mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari misi kemanusiaan.
Hal ini untuk memastikan warga tetap memiliki akses terhadap air layak pakai di tengah musim kemarau panjang.
“Air adalah kebutuhan paling mendasar. Melalui distribusi ini, kami berupaya membantu warga agar tidak kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Pasrepan Didik Subihandoko menyebutkan, sebelumnya ada tujuh desa yang mengalami kekeringan.
Setelah bantuan pipanisasi dari pemerintah, kini tersisa empat desa yang masih kekurangan air, termasuk Desa Sibon dan Desa Ngantungan. (zal/tom/one)
Editor : Jawanto Arifin