BANGIL, Radar Bromo - Upaya peningkatan keselamatan di perlintasan kereta api (KA) di Kabupaten Pasuruan belum sepenuhnya maksimal.
Tahun ini, Pemkab Pasuruan belum menambah pos penjaga atau palang pintu baru, dan hanya menerima bantuan dari Pemprov Jawa Timur.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan Digdo Sutjahjo mengatakan, bantuan tersebut meliputi pemasangan palang pintu otomatis di beberapa titik rawan kecelakaan. Seperti Kecamatan Rembang, Rejoso, Grati, Sukorejo, dan Gempol.
Salah satu lokasi yang termasuk dalam daftar bantuan itu adalah perlintasan di Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, tempat kecelakaan KA yang sempat menelan korban jiwa beberapa waktu lalu.
“Tahun ini kami belum bisa menambah pos penjaga baru. Bantuan dari Pemprov sangat membantu, terutama di titik-titik rawan yang belum memiliki sistem pengamanan memadai,” ujar Digdo.
Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama belum adanya pembangunan baru untuk pos penjaga perlintasan.
Tahun ini, alokasi dana Dishub masih difokuskan pada proyek penerangan jalan umum (PJU) dengan sistem smart system, yang menjadi program prioritas Bupati Pasuruan.
“Fokus anggaran tahun ini memang ke PJU smart system. Jadi, untuk pos palang pintu kami masih menunggu dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat,” jelasnya.
Berdasarkan data Dishub, masih ada sekitar 30 titik perlintasan KA di wilayah Kabupaten Pasuruan yang belum dilengkapi palang pintu.
Sebagian besar berada di jalur-jalur desa yang ramai dilalui kendaraan, terutama di wilayah timur dan selatan.
“Kami tetap melakukan pemantauan dan koordinasi dengan PT KAI untuk pengamanan manual di titik-titik tanpa palang. Harapannya, ke depan bisa diusulkan secara bertahap agar semua perlintasan memiliki pengaman,” imbuh Digdo.
Dishub juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi rel, terutama di titik tanpa penjagaan.
Kesadaran pengendara sangat penting. Jangan sampai nekat menerobos, karena keselamatan tetap yang utama. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin