BANGIL, Radar Bromo - Kuota jemaah haji asal Kabupaten Pasuruan tahun depan diperkirakan naik 19 persen dibanding tahun ini.
Dari 1.405 jemaah pada 2025, jumlahnya akan bertambah menjadi 1.672 jemaah pada musim haji 2026.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan, Agus Suheri, mengatakan peningkatan kuota ini merupakan hasil penyesuaian kebijakan pemerintah pusat tentang daftar keberangkatan jemaah haji tahun 2026.
“Ada perubahan regulasi, termasuk penurunan batas usia minimal menjadi 13 tahun ke atas. Ini turut menambah jumlah jemaah yang bisa diberangkatkan,” jelas Agus.
Ia menambahkan, jemaah yang dijadwalkan berangkat tahun depan merupakan porsi pendaftar haji pada 23 Oktober 2012.
Saat ini, mereka tengah menjalani tahapan verifikasi data dan persiapan dokumen seperti pembuatan paspor serta pengambilan biovisa.
Kemenag Kabupaten Pasuruan juga mulai menyesuaikan pelaksanaan haji sesuai Undang-undang Nomor 14 Tahun 2025, yang merupakan perubahan ketiga atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
“Dalam aturan baru disebutkan, jemaah hanya dapat berangkat bila memenuhi syarat istita’ah kesehatan, melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih), dan belum pernah berhaji sebelumnya. Kalau sudah pernah, minimal harus ada jeda 18 tahun,” ungkapnya.
Meski besaran Bipih embarkasi Surabaya untuk tahun depan belum ditetapkan, pihaknya telah melakukan persiapan awal melalui koordinasi lintas instansi.
Ia menjelaskan, Kantor Urusan Agama (KUA) sudah bergerak untuk sosialisasi pembuatan paspor.
Kerja sama dengan Dinas Kesehatan guna pemeriksaan istita’ah jemaah juga sudah terjalin.
Langkah teknis seperti pendataan biometrik juga mulai dijalankan, agar tidak terjadi penumpukan menjelang keberangkatan.
“Kami percepat tahapan awal, supaya administrasi jemaah tertata dan tidak terburu-buru di akhir,” imbuhnya.
Dengan kenaikan kuota ini, masa tunggu keberangkatan haji asal Kabupaten Pasuruan diharapkan bisa sedikit berkurang. Saat ini, antrean keberangkatan masih mencapai lebih dari satu dekade.
Agus mengingatkan calon jemaah agar proaktif melengkapi berkas dan menjaga kesehatan sejak dini.
“Kami ingin seluruh jemaah berangkat dalam kondisi terbaik, baik secara fisik maupun administrasi,” paparnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin