BANGIL, Radar Bromo - Jalan-jalan utama di Kabupaten Pasuruan kini makin terang benderang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mulai mengoperasikan lampu penerangan jalan umum (PJU) berteknologi Smart System, dengan total investasi menembus Rp 21 miliar.
Program yang baru berjalan sekitar dua pekan ini, masuk dalam proyek prioritas Bupati Pasuruan, dengan total 700 titik PJU Smart System tersebar di tiga ruas utama.
Yakni Bangil–Pandaan, Durensewu–Prigen, serta Gondangwetan–Winongan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo, menjelaskan, teknologi Smart System memungkinkan pengendalian lampu jalan dilakukan secara otomatis dan terpusat melalui sistem digital.
“Smart System ini dilengkapi sensor dan jaringan kontrol jarak jauh. Petugas bisa memantau kondisi PJU, kapan lampu menyala dan padam, hingga mendeteksi bila ada lampu yang rusak,” terangnya.
Menurut Digdo, sistem pintar ini bukan hanya membuat kinerja lebih efisien, tapi juga menghemat energi dan biaya perawatan.
“Dengan sistem ini, kita bisa menyesuaikan intensitas cahaya sesuai kebutuhan lalu lintas. Misalnya, malam hari menjelang pagi bisa diredupkan otomatis. Jadi lebih hemat dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Dari total tiga ruas, proyek terbesar berada di koridor Bangil–Pandaan dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp 9 miliar.
Sedangkan dua ruas lainnya, Durensewu–Prigen dan Gondangwetan–Winongan, masing-masing menelan dana sekitar Rp 6 miliar.
“Tiga ruas ini dipilih karena termasuk jalur padat dan strategis. Banyak kendaraan melintas di malam hari, sehingga penerangan jadi kebutuhan utama,” tambah Digdo.
Program ini disambut positif oleh kalangan legislatif. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Yusuf Daniyal, menilai pemasangan PJU Smart System menjadi langkah maju dalam menciptakan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.
“Kami apresiasi langkah Pemkab. Jalan yang terang bisa menekan potensi kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas di malam hari,” kata Yusuf.
Ia berharap, program ini tidak berhenti di tiga ruas saja. Ke depan, pemasangan PJU juga perlu menyentuh wilayah terpencil dan perbatasan kabupaten yang selama ini masih minim penerangan.
“Bukan hanya jalan utama yang terang, tapi juga desa-desa yang masih gelap. Itu bagian dari pemerataan pembangunan,” ujarnya.
Daniel -sapaan Yusuf Daniyal menegaskan, DPRD siap mengawal agar program serupa bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
“Kalau hasilnya positif dan efisien, kami dorong supaya anggaran tahun depan bisa ditambah. Masyarakat berhak menikmati penerangan yang memadai di semua wilayah,” paparnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin