Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Forkopimda Kabupaten Pasuruan Kompak, Siagakan Personel Hadapi Musim Bencana

Muhamad Busthomi • Kamis, 6 November 2025 | 19:05 WIB
PERSIAPAN: Datangnya penghujan membuat Forkopimda Kabupaten Pasuruan siap siaga. Pasalnya, musim hujan rentan terjadinya bencana.
PERSIAPAN: Datangnya penghujan membuat Forkopimda Kabupaten Pasuruan siap siaga. Pasalnya, musim hujan rentan terjadinya bencana.

BANGIL, Radar Bromo - Memasuki musim hujan, jajaran Forkopimda Kabupaten Pasuruan menyiagakan seluruh kekuatan untuk menghadapi potensi bencana alam.

Dari wilayah pegunungan hingga dataran rendah, semua unsur—TNI, Polri, BPBD, dan relawan—diminta siap bergerak cepat bila terjadi bencana.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Irawan, menegaskan, langkah antisipasi sejak dini mutlak dilakukan.

Pasuruan memiliki kontur geografis yang beragam, mulai dari lereng Gunung Bromo hingga kawasan padat penduduk di Bangil dan Beji. Setiap daerah memiliki potensi bencana yang berbeda.

“Kami tidak ingin hanya reaktif setelah bencana terjadi. Semua unsur harus siap siaga, dari personel, logistik, hingga jalur komunikasi antarposko,” ujarnya, saat memimpin apel kesiagaan, Rabu (5/11).

Jazuli menambahkan, kesiapan menghadapi musim bencana tidak hanya soal peralatan, tapi juga sinergi antarinstansi.

Ia menekankan pentingnya pelatihan dan simulasi rutin agar personel terbiasa bertindak cepat di lapangan.

“Tugas utama kita adalah melindungi warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Setiap menit sangat berharga ketika bencana datang,” tandasnya.

Berdasarkan data BPBD Jawa Timur, hingga Oktober 2025 telah terjadi lebih dari 300 bencana di provinsi ini.

Jenis bencana paling banyak adalah banjir, tanah longsor, angin puting beliung, serta kebakaran hutan dan lahan. Kondisi serupa juga mengancam Pasuruan.

“Beberapa wilayah seperti Tutur, Purwodadi, dan Tosari rawan longsor. Sedangkan kawasan Gempol, Beji, dan Bangil berpotensi banjir saat curah hujan tinggi,” terang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi.

Untuk meminimalkan risiko, pemerintah daerah menyiapkan satuan tugas tanggap darurat di setiap kecamatan.

Posko siaga dibentuk dengan jalur komunikasi langsung ke BPBD kabupaten. Tak hanya personel, sejumlah alat berat, kendaraan evakuasi, dan perlengkapan dapur umum juga disiagakan.

“Kami sudah petakan titik rawan dan menempatkan petugas di lokasi yang berisiko tinggi. Termasuk koordinasi dengan relawan desa tangguh bencana untuk mempercepat respons,” tambah Sugeng. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kabupaten pasuruan #musim hujan #forkopimda #bencana