BANGIL, Radar Bromo - Duka mendalam kembali menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Balita yang sebelumnya sempat kritis pascatertabrak Kereta Api Dhoho, akhirnya meninggal dunia, Rabu (29/10).
Korban berinisial AAP. Bayi berusia setahun itu meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama sehari di rumah sakit.
Sebelumnya, AAP menjadi satu dari tiga korban kecelakaan maut antara sepeda motor Honda Beat W 5902 SL dan KA Dhoho yang melaju dari arah Malang menuju Surabaya.
Dalam insiden yang terjadi Selasa (28/10) itu, ayah korban Isrofie Yusuf, 35, meninggal di lokasi kejadian.
Sementara ibunya Sri Handayani, 52, hingga kini masih dirawat intensif di rumah sakit.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, membenarkan kabar duka tersebut.
“Korban balita yang sempat kritis akhirnya tidak tertolong. Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.
Polisi bersama PT KAI masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan yang terjadi di perlintasan tanpa palang pintu tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak memaksakan diri melintas jika kereta sudah tampak dari kejauhan,” tegas Joko. (tom/one)
Editor : Fahreza Nuraga