BANGI, Radar Bromo - Sejarah kepemimpinan Kabupaten Pasuruan kini bisa dijelajahi dengan cara berbeda.
Tidak lagi terbatas pada ruang pamer atau lembaran dokumen yang tersimpan rapi di rak arsip.
Pemkab Pasuruan resmi meluncurkan pameran arsip virtual bertajuk Bupati Pasuruan dari Masa ke Masa.
Pameran berbasis digital ini menghadirkan rekam jejak para bupati, mulai dari periode pemerintahan lokal semasa Raden Ario Nitiadiningrat, pasca kemerdekaan, hingga kepemimpinan modern yang sekarang dipegang HM Rusdi Sutejo.
Semua dikemas dalam format yang mudah diakses publik melalui gawai atau komputer.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pasuruan, Taufikhul Ghony, menyebutkan bahwa pameran ini bukan sekadar dokumentasi, melainkan sebuah upaya membangun kesadaran kolektif.
“Arsip tidak hanya untuk kita simpan, tetapi juga bisa diakses dan dipelajari. Dengan begitu, khazanah pengetahuan ini dapat diwariskan kepada generasi kita di masa yang akan datang,” ujarnya.
Menurut Ghony, arsip kepemimpinan daerah memiliki nilai penting bagi masyarakat.
Dari dokumen pengangkatan bupati, foto-foto resmi, hingga pidato dan kebijakan strategis yang pernah diambil, semua adalah bukti otentik perjalanan pemerintahan Kabupaten Pasuruan.
“Kami berharap pameran arsip virtual ini bisa memberikan pengetahuan, inspirasi, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya arsip sebagai memori kolektif bangsa,” tegasnya.
Ia meyakinkan, arsip virtual itu digali dari sejumlah catatan resmi yang kini didigitalisasi merupakan hasil riset panjang, pelacakan dokumen lama, hingga kerja sama dengan ANRI.
Dari arsip-arsip itu, publik bisa melihat bagaimana bupati di masa lalu menghadapi tantangan.
Mulai dari konsolidasi pemerintahan pasca kolonial, pembangunan infrastruktur dasar, hingga transformasi Pasuruan menjadi daerah penyangga industri dan pariwisata di Jawa Timur.
Dengan kemudahan akses daring, masyarakat diajak menyelami perjalanan kepemimpinan tanpa harus menunggu momentum peringatan hari jadi daerah.
Generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, bisa menjadikan arsip ini sebagai referensi baru untuk memahami jati diri Pasuruan
“Tentu kami menginginkan ini menjadi awal yang baik untuk membangun kesadaran literasi masyarakat,” tambah Ghony. (tom/one)
Editor : Moch Vikry Romadhoni