BANGIL, Radar Bromo–Peran guru SMK kini tidak hanya terbatas di ruang kelas. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digagas oleh Program Studi Teknik Informatika Universitas Negeri Surabaya (Unesa), para guru SMK Negeri 1 Bangil didorong untuk menulis artikel ilmiah sekaligus mengelola jurnal digital sekolah.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek 2025.
Tim dosen Unesa yang terlibat terdiri dari Farhanna Mar’i, S.Kom., M.Kom. dan Ronggo Alit, M.M., M.T., berkolaborasi dengan Alimin, S.Kom., M.Kom. dari Institut Teknologi dan Bisnis Yadika Pasuruan.
Tidak hanya dosen, tiga mahasiswa Informatika Unesa, yaitu Raniah Maritza, Riefkika Martavia, dan Muhammad Nasrulloh, juga terjun langsung mendampingi guru selama pelatihan.
Dua Kegiatan Pelatihan
Program PKM ini berlangsung dalam dua kegiatan utama :
- Kegiatan 1, guru mendapatkan pelatihan penulisan artikel ilmiah. Dengan pendekatan berbasis proyek, para peserta diarahkan untuk menghasilkan tulisan sesuai kaidah akademik, mulai dari perumusan masalah, metodologi, hingga penulisan hasil penelitian. Kegiatan ini diikuti oleh 20 Guru SMK Negeri 1 Bangil yang berasal dari beragam bidang studi.
- Kegiatan 2, pelatihan pengelolaan jurnal berbasis Open Journal System (OJS). Para guru calon pengelola jurnal sekolah belajar langsung mengenai alur editorial digital: unggah naskah, proses review, penyuntingan, hingga penerbitan.
Menurut dosen Unesa Farhanna Mar’i, pelatihan ini sangat penting untuk mendorong budaya menulis di kalangan guru SMK.
“Kami ingin guru tidak hanya menguasai praktik kejuruan, tetapi juga mampu mendokumentasikan pengalaman dan penelitian mereka dalam bentuk artikel ilmiah. Dengan begitu, karya guru bisa dibaca lebih luas dan berdampak nyata,” ujarnya.
Lahirnya Jurnal NESABATECH
Salah satu hasil konkret dari program ini adalah lahirnya NESABATECH, jurnal digital berbasis OJS milik SMK Negeri 1 Bangil.
Jurnal ini dapat diakses melalui https://nesabatech.id dan difokuskan pada publikasi di bidang sains serta teknologi kejuruan.
Jurnal ini juga akan didaftarkan ISSN dan indeksasi jurnal nasional untuk bisa mengejar target akreditasi jurnal di masa depan.
NESABATECH diharapkan menjadi wadah strategis bagi guru, siswa, dan praktisi pendidikan vokasi untuk menyebarluaskan hasil riset dan pengembangan pada bidang vokasional.
Kepala SMK Negeri 1 Bangil, A. Syamsul Hadi, S.Pd., M.Si, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini.
“Bagi kami, jurnal sekolah adalah langkah maju. Selain meningkatkan reputasi akademik, jurnal ini juga memberi kesempatan guru untuk berkontribusi dalam dunia penelitian,” ujar Syamsul.
Salah satu guru peserta Daman Huri menilai, pelatihan ini membuka wawasan baru.
“Awalnya menulis artikel terasa rumit. Namun setelah mendapat arahan, kami jadi lebih paham langkah-langkahnya. Semoga ke depan kami bisa menghasilkan karya ilmiah secara konsisten,” ungkapnya.
Harapan Jangka Panjang
Pelatihan ini tidak berhenti begitu saja, Tim PKM Unesa menargetkan program ini berjalan berkelanjutan, sehingga guru bisa semakin mandiri dalam menulis dan mengelola jurnal dengan berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam mendampingi Jurnal Nesabatech. Hingga mampu mandiri dan meraih akreditasi Sinta.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing serta memperkuat manajemen pengelolaan jurnal secara berkelanjutan.
Dengan adanya NESABATECH, SMK Negeri 1 Bangil tak hanya dikenal sebagai sekolah kejuruan unggulan, tetapi juga sebagai pionir sekolah vokasi yang memiliki jurnal ilmiah sendiri.
Editor : Muhammad Fahmi