BANGIL, Radar Bromo - Ancaman Kesehatan bagi mereka yang terkurung di balik jeruji penjara lebih besar.
Karena itu, deteksi dini di Rutan Kelas IIB Bangil menjadi kebutuhan urgen. Terutama untuk mengatasi gangguan Kesehatan serius seperti TBC dan HIV.
Kepala Rutan Bangil, Yanuar Rinaldi, mengatakan urgensi pembentukan Tim Kolaborasi TBC-HIV ini, untuk memastikan warga binaan mendapat hak kesehatan yang layak.
“Program ACF X-Ray ini langkah nyata, untuk deteksi dini sekaligus pencegahan penyebaran penyakit menular,” tegas Yanuar.
Pelaksanaan teknis melibatkan Tim Kesehatan Rutan Bangil, Dinas Kesehatan, Puskesmas setempat, hingga Klinik.
Mobil layanan kesehatan khusus dengan fasilitas screening TBC juga disiapkan.
Seluruh warga binaan dijadwalkan menjalani pemeriksaan bergiliran, dengan pengawasan ketat tenaga medis dan petugas rutan.
Tak hanya skrining TBC, kegiatan ini sekaligus menyasar deteksi HIV. Harapannya, setiap kasus bisa cepat ditangani dan potensi penularan di dalam rutan bisa ditekan.
“Kami ingin lingkungan rutan tetap sehat, aman, dan kondusif. Penanganan kesehatan tidak boleh diabaikan hanya karena mereka berada dalam masa pembinaan,” lanjut Yanuar. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin