BANGIL, Radar Bromo - Produksi ikan budi daya di Kabupaten Pasuruan selama enam bulan pertama 2025, tercatat mencapai 12.375,32 ton.
Angka ini berasal dari hasil panen triwulan I sebesar 6.438,65 ton dan triwulan II sebesar 5.936,67 ton.
Jika dibandingkan dengan target Pemkab Pasuruan sebesar 20 ribu ton per tahun, capaian semester pertama ini sudah memenuhi 61,87 persen target tahunan.
Data Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan menunjukkan, harga rata-rata ikan budidaya pada triwulan I mencapai Rp18.994.560 per ton.
Sedangkan pada triwulan II sedikit turun menjadi Rp18.214.220 per ton.
Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Soegeng Subijanto, menjelaskan bahwa potensi perikanan di daerah ini cukup besar.
Luas lahan budidaya air payau mencapai 4 ribu hektare dan air tawar 500 hektare, dengan melibatkan sekitar 17 ribu pembudi daya.
“Selain meningkatkan produksi, kami juga terus berupaya meningkatkan kualitas produk perikanan melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan bagi para pembudi daya. Tujuannya agar produk perikanan asal Pasuruan dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” ujarnya.
Menurut Soegeng, keberhasilan produksi tak hanya diukur dari kuantitas, tapi juga dari daya saing di pasar.
Karena itu, pembinaan teknis, pengenalan teknologi, dan akses pemasaran terus diperkuat agar komoditas ikan asal Pasuruan bisa menembus pasar lebih luas, baik nasional maupun ekspor.
“Kami optimistis target produksi 20 ribu ton pada akhir 2025 dapat tercapai, apalagi jika harga jual bisa kembali stabil di level awal tahun,” terangnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin