Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dua Desa di Kabupaten Pasuruan Mulai Kering Kerontang, BPBD Prediksi Agustus Puncak Kemarau

Muhamad Busthomi • Senin, 14 Juli 2025 | 17:00 WIB

 

TERJADI TIAP KEMARAU: Warga di Kecamatan lumbang antre air bersih kiriman dari BPBD di musim kemarau lalu. Puncak musim kemarau diperkirakan bakal berlangsung bulan depan.
TERJADI TIAP KEMARAU: Warga di Kecamatan lumbang antre air bersih kiriman dari BPBD di musim kemarau lalu. Puncak musim kemarau diperkirakan bakal berlangsung bulan depan.

BANGIL, Radar Bromo-Memasuki musim kemarau, sejumlah desa di Kabupaten Pasuruan kerap terjadi kekeringan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai meningkatkan pengawasannya dan bersiap mengirim air bersih. Terlebih di puncak kemarau yang diprediksi akan terjadi bulan depan.

Saat ini saja, sudah ada beberapa desa yang mulai dikirim air bersih. Sementara ini ada dua desa di Kecamatan Lumbang. Dua desa  itu adalah Pancur dan Bulukandang dilaporkan.

Warga di sana mulai mengalami krisis air bersih. Sumber-sumber mata air di sana, meski belum sepenuhnya mati, namun debitnya terus menyusut.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengakui kondisi darurat ini.

"Kalau dikatakan tidak ada air ya masih ada, cuma mulai mengering di beberapa sumber air dan melapor ke kami," kata Sugeng.

Begitu laporan masuk, BPBD tak buang waktu. Tim langsung terjun ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi.

Hasilnya? Sumber mata air di kedua desa itu memang terbukti mengalami penurunan debit yang signifikan.

Hal ini, menurut Sugeng, lumrah terjadi karena sumber-sumber tersebut sangat bergantung pada datangnya musim hujan.

"Karena memang sudah tidak hujan lagi selama awal bulan Juli ini, makanya beberapa sumber air di sana ikut mengering juga," terangnya.

Sebagai tindak lanjut, BPBD tidak akan tinggal diam. Sugeng menyebut, pihaknya masih akan terus melakukan assesment alias pemetaan hingga akhir bulan ini. Prediksinya, bulan Agustus akan menjadi puncak kemarau, dan saat itulah "bantuan cair" atau pengiriman air bersih besar-besaran akan dimulai.

"Kalau sekarang masih kami assesment terus sampai akhir bulan. Karena biasanya di bulan Agustus itu puncaknya kemarau, jadi kami mulai mendropping air bersih ke semua wilayah terdampak kekeringan," tegasnya.

Untuk sementara waktu, Sugeng mengimbau warga terdampak kekeringan untuk lebih bijak dalam memanfaatkan sisa ketersediaan air bersih.

"Lebih bijak untuk menggunakan air bersih sesuai prioritas dan urgensitas kebutuhan sehari-harinya," imbaunya.

Dewa di Kabupaten Pasuruan Rawan Krisis Air di Musim Kemarau

Lumbang                    Cukur Guling, Karangjati, Karangasem, Watulumbung, Lumbang Lekok                                    Balunganyar, Pasinan, Semedusari, Wates

Winongan                   Jeladri, Kedungrejo dan Sumberrejo

Pasrepan                    Sibon, Petung, Klakah, Tambakrejo, Mangguan, Ngantungan. Gempol                Bulusari

Sumber: BPBD for Jawa Pos Radar Bromo

 (tom/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#krisis air bersih #bpbd #kekeringan #kemarau