PERSEPSI adanya ketimpangan wilayah timur dan barat Kabupaten Pasuruan kerap menjadi isu di tengah masyarakat. Bahkan, tak jarang isu tersebut masuk ranah legislatif ketika paripurna dilangsungkan. Persoalan itupun, menjadi konsen bagi kepemimpinan Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo dan wakilnya, HM Shobih Asrori untuk segera diatasi.
Bukan sebuah fenomena baru. Pandangan adanya ketimpangan wilayah timur dan barat, sudah muncul sebelum era Mas Rusdi-sapaan HM Rusdi Sutejo, menjabat sebagai bupati.
Bahkan, setiap digelarnya sidang paripurna di gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, isu tersebut tersebut dimunculkan.
Seperti halnya, ketika Fraksi NasDem memberikan pandangannya. Kabupaten Pasuruan, seolah terbagi dua. Pasuruan timur dan barat.
Hal ini bukan tanpa sebab. Mulai dari persoalan pembangunan infrastruktur, berdirinya industri hingga sektor lainnya, dipandang legislatif, terkesan ada ketimpangan. Kabupaten Pasuruan wilayah barat, relatif mendapat pembangunan lebih masif. Sementara wilayah timur, dianggap kurang dilirik.
Namun, Mas Rusdi yang dilantik sejak Februari 2025 itu menegaskan, tidak ada lagi sekat atau dikotomi antara wilayah barat dan timur di Kabupaten Pasuruan. Karena bagaimanapun, Pasuruan adalah satu kesatuan. Bukan dua wajah yang berbeda arah.
“Pasuruan itu satu. Terdiri dari 24 kecamatan. Tidak ada lagi istilah Pasuruan Barat atau Pasuruan Timur. Semua bagian dari Kabupaten Pasuruan yang akan kami bangun dengan adil dan merata,” tegasnya menjawab pandangan legislatif yang menganggap adanya ketimpangan wilayah di Kabupaten Pasuruan.
Menurutnya, pembangunan di Kabupaten Pasuruan dirancang berdasarkan kebutuhan riil masing-masing wilayah. Bukan berdasarkan lokasi geografis atau kedekatan politik.
Skala prioritas dirancang berdasarkan data, aspirasi masyarakat serta tantangan yang dihadapi masing-masing kecamatan. Bukan semata-mata berpedoman pada letak wilayah. Di barat ataupun di timur.
Semangat pembangunan saat ini, bukan lagi mengarah pada pembeda. Tetapi, pemersatu. “Satu tujuannya, kemajuan harus dirasakan semua masyarakat, tanpa terkecuali,” beber politisi kelahiran 20 Januari 1986 ini.
Tentu bukan sekadar omon-omon. Gerak cepat (gercap) dilakukan Pemkab Pasuruan di bawah kendali Mas Rusdi-Gus Shobih untuk mewujudkannya. Baik dari sektor infrastruktur dengan rencana perbaikan sejumlah ruas jalan di wilayah timur dan barat yang akan dilakukan tahun ini.
Hingga di sektor industri dengan upaya untuk menjaring investor, agar memasukkan modalnya di Kabupaten Pasuruan, terutama wilayah timur. Supaya, geliat industri di wilayah timur tidak tertinggal dengan wilayah barat.
Berbagai kebijakan strategis dilakukan. Mulai dari wacana untuk mereview Perda RTRW Kabupaten Pasuruan untuk penyesuain wilayah.
Maupun keberadaan Perda tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang jadi gagasan Pemkab Pasuruan. Tak hanya itu, promosi wilayah juga dilakukan Mas Rusdi kepada investor Korea Selatan dalam forum kerjama beberapa waktu lalu.
Ini menjadi bukti, keseriusan Pemkab Pasuruan untuk menciptakan pemerataan wilayah. Tidak ada lagi dikotomi wilayah di Kabupaten Pasuruan. Sehingga, upaya mewujudkan Kabupaten Pasuruan lebih maju, sejahtera dan berkeadilan bisa menjadi nyata.
Beri Kesempatan Bagi yang Mau Bekerja
Bukan sekadar mencakup wilayah, antara barat dan timur Kabupaten Pasuruan. Upaya pemerataan di lingkungan pegawai juga diberlakukan. Tidak memandang status PNS atau PPPK.
Mereka yang mau bekerja, akan mendapatkan kesempatan. Selama hal itu sesuai dengan aturan.
Hal ini ditujukkan Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo saat melantik 112 guru menjadi kepala sekolah SD dan SMP di Kabupaten Pasuruan.
Hal yang tak disangka sebelumnya. Mas Rusdi-sapaan Bupati Pasuruan, mengamanahi 9 guru yang berstatus PPPK, dari 112 guru tersebut, untuk menjabat sebagai kepala sekolah.
Pelantikan tersebut berlangsung Senin (23/6) di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Kantor Bupati Pasuruan. Tentu, kebijakan itu diambil, bukan tanpa dasar.
Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 yang mengatur penugasan guru sebagai kepala sekolah, menjadi acuan.
Bupati pun mengingatkan, agar kepala sekolah yang dilantik, menunjukkan kinerja sebagai kepala sekolah dengan sebaik-baiknya. Ia juga menekankan agar para kepala sekolah tidak bermanuver sana-sini. Serta tidak menjadi pribadi yang sombong.
“Sebagai ASN, cukup tunjukkan kinerja yang baik, sesuaikan dengan priorotas 33 pembangunan dan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan serta Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” pintanya.
Bakar Semangat Atlet dengan Beasiswa
Perhatian lebih tidak hanya diberikan di sektor kesehatan ataupu infrastruktur daerah. Karena di bidang olah raga, juga tak luput dari atensi pemerintah daerah. Hal itu ditunjukkan dalam gelaran Porprov Jatim.
Bahkan, demi membakar semangat para atlet, Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo tak saja menjanjikan bonus bagi atlet berprestasi.
Mereka yang menyabet medali emas, dijanjikan untuk bisa mendapatkan beasiswa pendidikan.
"Semua dapat bonus. Khusus untuk peraih medali emas, akan dapat beasiswa pendidikan. Ini kami harap menjadi motivasi bagi para atlet untuk bisa berprestasi," janji Mas Rusdi-sapaannya.
Sebanyak 630 orang yang terdiri dari 464 atlet, 124 pelatih, dan 42 tim kesehatan, KONI, serta Dispora, dilepas secara resmi sebagai kontingen Kabupaten Pasuruan untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX.
Ajang bergengsi ini akan digelar di tiga lokasi berbeda: Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.
Kontingen Pasuruan akan mengikuti 40 dari 62 cabang olahraga yang dipertandingkan. Mas Rusdi berharap, mereka bisa meraih medali sebanyak-banyaknya. Demi menjaga nama daerah. (one)
Sederet Kegiatan Kerja yang Dilakukan Mas Rusdi-Gus Shobih
- Bersama Menteri Perdagangan RI, berangkatkan ekspor tryptophan ke Tiongkok
- Bersama Legislatif SahkanPerubahan KUA PPAS
- Bagikan 21 sapi dan 107 kambing kurban
- Optimalisasi penanganan DBD
- Berangkatkan ratusan atlet Porprov
- Menjalin sinergitas antar daerah dalam memperkuat resiliensi ekonomi
- Resmikan sekolah lapang peternakan terintegrasi
- Resmikan klinik gigi RSUD Bangil
- Upaya penanganan sampah.
Editor : Fandi Armanto