GONDANGWETAN, Radar Bromo–Jangan main-main dengan rokok ilegal! Petugas gabungan dari Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, dan Bea Cukai bergerak cepat melakukan operasi pasar di Gondangwetan, Selasa (27/5).
Hasilnya? Ratusan bahkan ribuan bungkus rokok bodong alias ilegal berhasil disita.
Tim gabungan bergerak menyisir satu per satu toko di kawasan Gondangwetan. Benar saja, insting petugas tak meleset. Di salah satu toko pracangan, mereka menemukan tumpukan rokok ilegal siap jual.
Tak tanggung-tanggung, total ada 990 bungkus rokok tanpa pita cukai yang berhasil diamankan. Sebuah angka yang cukup fantastis untuk ukuran warung kecil.
“Kami tidak menyangka sebanyak ini,” ujar Sony Kuryantono, Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Kabupaten Pasuruan.
Tak puas dengan temuan di warung kelontong. Tim gabungan kemudian memperluas area operasi ke kantor-kantor jasa pengiriman yang ada di Gondangwetan. Langkah ini ternyata juga membuahkan hasil.
Di salah satu kantor ekspedisi yang tampak sibuk, petugas melakukan pemeriksaan teliti terhadap setiap paket yang akan dikirim.
Kecurigaan petugas akhirnya terbukti. Di dalam paket, ditemukan lagi 70 bungkus rokok ilegal dan 2 botol arak yang siap diantar ke pemesan.
“Temuan ini mengindikasikan bahwa jasa ekspedisi bisa jadi salah satu jalur peredaran rokok ilegal,” ujar Sony.
Total temuan 1.060 bungkus ato 21.200 batang rokok. Lebih lanjut, Sony menjelaskan bahwa Bea Cukai akan mendalami asal-usul rokok ilegal tersebut. “Mereka akan menyelidiki dari mana rokok ini didapatkan. Apakah ada titipan dari pihak tertentu, ataukah ada jaringan sales yang memasok rokok ilegal ini,” imbuhnya.
Pihak Bea Cukai juga akan berupaya membongkar kemungkinan adanya sindikat besar di balik peredaran rokok bodong di wilayah Pasuruan. Sony juga memastikan bahwa operasi serupa tidak akan berhenti sampai di sini.
“Ini adalah komitmen kami untuk terus memberantas peredaran barang ilegal, khususnya rokok ilegal, di wilayah Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.
Rencananya, operasi pasar serupa akan digelar secara rutin minimal satu hingga dua kali setiap bulan. Pentingnya operasi ini ditegaskan kembali oleh Sony.
Sebab peredaran rokok ilegal bukan hanya merugikan negara dari sisi penerimaan pajak yang seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan.
“Lebih dari itu, rokok ilegal juga sangat membahayakan kesehatan masyarakat karena kualitas dan kandungan di dalamnya tidak terjamin. Kita tidak tahu bahan apa saja yang digunakan,” tandasnya. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid