Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Benahi Gunungan Aspal yang Mengancam Keselamatan Pengendara

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 17 Mei 2025 | 01:06 WIB

KEPRAS: Perbaikan aspal yang rusak di jalur Pantura, Desa Raci, Kecamatan Bangil. Hal ini dilakukan, untuk mencegah kecelakaan, lantaran kondisinya tak aman.
KEPRAS: Perbaikan aspal yang rusak di jalur Pantura, Desa Raci, Kecamatan Bangil. Hal ini dilakukan, untuk mencegah kecelakaan, lantaran kondisinya tak aman.
BANGIL, Radar Bromo – Mimpi buruk bagi para pengendara yang melintasi jalur Pantura di kawasan Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, kian nyata.

Bukan lagi sekadar lubang menganga, melainkan tonjolan aspal setinggi bukit kecil kini menghiasi lajur utama menuju Surabaya, tepat di timur gedung DPRD setempat.

Menyusul keluhan pengguna jalan yang kian memuncak, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) akhirnya bergerak cepat menanggapi kondisi memprihatinkan di jalur tersebut.

Pemandangan yang mengancam keselamatan, terutama bagi para pengguna sepeda motor dan mobil yang kerap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, sempat terlihat di jalur arteri vital ini.

Setiap hari, ribuan kendaraan dari berbagai jenis, termasuk truk-truk bertonase besar yang tampak mendominasi lalu lintas, melintasinya.

Tonjolan aspal yang tiba-tiba muncul dan menjulang di tengah jalan, diduga kuat akibat tekanan kendaraan berat yang tak henti-hentinya melintas.

Keluhan warga yang kian santer, akhirnya memaksa Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) turun tangan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 BBPJN Jawa-Bali, Sentot Wijayanto, menyatakan bahwa tim teknis telah diterjunkan untuk melakukan survei lapangan, mengidentifikasi seberapa parah “gunung aspal” itu mengancam, Rabu (14/5) malam.

Hasilnya, kerusakan struktural akibat tekanan beban berlebih dan perubahan suhu ekstrem, disinyalir menjadi biang keladinya.

“Kami juga sudah lakukan perbaikan sementara, dilanjutkan dengan overlay aspal secara menyeluruh,” ujar Sentot.

Namun, janji perbaikan sementara berupa pengupasan tonjolan, pengurukan ulang, dan pengaspalan tambal sulam di titik-titik terdampak, terasa seperti obat penawar sesaat, sembari menunggu penanganan permanen yang entah kapan terealisasi.

Sentot sendiri mengakui, kondisi jalan di jantung Ibu Kota Kabupaten Pasuruan ini memang mendesak untuk mendapatkan sentuhan perbaikan yang menyeluruh dan tahan lama.

Secercah harapan muncul dengan rencana rekonstruksi jalan sepanjang 1,3 kilometer di kawasan Kota Bangil. “Ini sudah masuk dalam perencanaan kami tahun ini,” jelas Sentot.

Rekonstruksi dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mengembalikan kelancaran arus lalu lintas dan menekan angka kecelakaan yang berpotensi terjadi akibat jalan rusak parah.

“Sekarang masih dalam proses lelang. Makanya sembari menunggu, penanganan rutin tetap kami lakukan di spot-spot yang mengalami kerusakan,” kata Sentot. (tom/one)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Benahi #aspal #rusak #gundukan #jalan #Gelombang #bbpjn