Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tunggu Appraisal Arjuno Agro Techno Park untuk Bisa Memberikan Sumbangan PAD

Muhamad Busthomi • Rabu, 14 Mei 2025 | 19:35 WIB
BELUM FUNGSI: Keberadaan AATP yang hingga kini belum dioperasionalkan. Keberadaan AATP tersebut, diyakini memiliki potensi untuk menopang sektor wisata di Kabupaten Pasuruan.
BELUM FUNGSI: Keberadaan AATP yang hingga kini belum dioperasionalkan. Keberadaan AATP tersebut, diyakini memiliki potensi untuk menopang sektor wisata di Kabupaten Pasuruan.

BANGIL, Radar Bromo - Potensi pendapatan daerah dari sektor pariwisata Kabupaten Pasuruan, masih menyimpan harta karun yang belum tergarap optimal.

Salah satunya adalah keberadaan sejumlah aset pariwisata yang hingga kini, belum masuk dalam daftar objek retribusi.

Misalnya saja, Arjuno Agro Techno Park (AATP). Padahal, keberadaannya menyimpan potensi signifikan untuk menambah pundi-pundi kas daerah.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri di Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Nurusanto, mengakui bahwa AATP belum memberikan kontribusi langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi.

Menurutnya, untuk menjadikan sebuah aset sebagai objek pendapatan retribusi, diperlukan perhitungan yang matang dan transparan melalui proses appraisal atau penilaian independen.

Tujuannya adalah, untuk menetapkan nilai retribusi yang wajar dan sesuai dengan potensi ekonomi aset tersebut.

“Untuk menjadi objek pendapatan retribusi, AATP ini perlu kami hitung dulu nilai wajarnya melalui appraisal,” jelas Santo-sapaannya.

Ia mencontohkan, potensi pada 18 kios kuliner dan 10 kios Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di kawasan AATP.

Jika dikelola dengan baik dan dikenakan retribusi yang tepat, aset-aset ini diyakini dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah. “Setelah itu, baru bisa ditetapkan tarif retribusinya,” ujarnya.

Sementara itu, saat ini, kontribusi retribusi dari sektor pariwisata Kabupaten Pasuruan masih bertumpu pada tiga destinasi utama.

Yakni Gerbang Wisata Bromo di Baledono, pemandian alam Banyubiru, dan danau Ranu Grati.

Ketiga destinasi ini menjadi penyumbang PAD yang cukup signifikan, dengan total setoran ke kas daerah yang tidak kurang dari Rp 700 juta per tahun.

“Angka ini menunjukkan potensi besar sektor pariwisata jika aset-aset lain juga dapat dioptimalkan,” katanya.

Santo menambahkan, ia akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan appraisal terhadap AATP.

Langkah ini diharapkan, dapat menjadi awal dari upaya Pemkab Pasuruan untuk memperluas basis pendapatan dari sektor pariwisata.

Sehingga tidak hanya bergantung pada tiga destinasi yang sudah mapan. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#potensi wisata #kabupaten pasuruan #pad #AATP