BANGIL, Radar Bromo - Kasus Lumpy Skin Disease (LSD) memang tak lagi ditemukan di tahun 2025. Namun, perhatian terhadap ancaman penyakit tersebut, tetap diberikan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan Drh. Panti Aksari mengungkapkan, sama halnya dengan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pihaknya juga memberikan perhatian lebih terhadap ancaman LSD. Meski tahun ini, belum ditemukan sapi yang terserang LSD.
“Kami belum menemukan ternak yang terserang LSD awal tahun ini. Namun, atensi tetap kami berikan. Pemantauan ternak tetap kami lakukan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sepanjang 2024 lalu, ada 566 ekor sapi yang terserang LSD. Di mana, 560 ekor diantaranya, dinyatakan sembuh.
“Ada yang dipotong paksa hingga dijual. Kami mengimbau pemilik ternak, untuk melaporkan ke mantri hewan atau puskeswan bila mendapati gejala LSD pada sapi. Supaya, bisa segera tertangani,” imbuhnya. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin