Untuk mendukung program ketahanan pangan. Desa Watestani melakukan berbagai program untuk pertanian. Salah satunya lewat pembangunan jalan usaha tani. Selain itu sektor pendidikan dengan pembangunan gedung TK juga menjadi prioritas, termasuk jambanisasi sampai pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU).
DESA Watestani yang dopimpin Sofiyah memang mengutamakan pembangunan jalan usaha tani tahun 2024 lalu dilakukan di 2 dusun.
Selain di Dusun Kramat, juga di Dusun Polai. “Untuk di Dusun Kramat ini adalah membuka akses jalan baru, dari yang sebelumnya hanya jalan setapak. Tahun lalu kita perlebar hingga 2 meter dan dipaving sepanjang 200 meter,” terangnya.
Termasuk akses pertanian di Dusun Polai. Jalan setapak yang awalnya hanya tanah padat untuk akses pertanian, juga diperlebar dengan pavingisasi selebar 2,5 meter dengan panjang 250 meter.
Imbasnya, kini akses jalan bisa dilewati kendaraan motor roda tiga untuk memudahkan mengangkut hasil pertanian.
Di tahun 2025, pavingisasi terus dilakukan. Selain jalan lingkungan kearah tempat pemakaman umum (TPU) di Dusun Polai. Juga ada pembangunan jalan baru dari hibah pembebasan lahan milik warga dijadikan jalan umum selebar 2,5 meter kali 80 meter untuk akses umum baru.
Di sektor pendidikan, Desa Watestani tahun lalu juga melakukan pembangunan gedung tambahan di TK PKK Desa Watestani. Meningkatnya jumlah murid TK, membuat desa membangun 1 gedung lagi untuk kantor dan ruang kelas.
“Sedangkan di tahun 2025 ini, juga ada pembangunan taman posyandu. Taman ini adalah semacam playground yang terletak di sebelah polindes. Sehingga bisa dimanfaatkan saat menunggu pelayanan untuk anak-anak,” jelasnya.
Untuk mendukung Open Defecation Free (ODF), Desa Watestani juga memiliki program jambanisasi. Tahun 2024 lalu, ada 35 KK yang mendapatkan bantuan kamar mandi dan jambanisasi agar hidup lebih sehat.
Penerangan Jalan Umum (PJU) juga dipasang di 2 dusun yaitu Dusun Tanjung dan Polai. PJU di Dusun Tanjung sepanjang 15 titik dan 7 titik PJU di Dusun Polai untuk penerangan menuju pemukiman dan pertanian.
Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) juga masih diberikan kepada 31 keluarga penerima manfaat (KPM) kepada warga kurang mampu sebesar Rp 300 ribu perbulannya.
Dukung Wisata dan Potensi Unggulan
DESA Watestani, Kecamatan Nguling memiliki berbagai potensi. Selain banyak UMKM yang memproduksi olahan makanan, desa juga memiliki potensi wisata air buatan yang terus dikembangkan.
Kepala Desa Watestani Sofiyah menjelaskan, banyak produk UMKM yang berkembang di Desa Watestani.
“Banyak UMKM yang diproduksi perempuan, seperti kerupuk, pia pathok, stik, kuping gajah sampai tahu kramat,” ungkapnya. Hasil produk makanan olahan ini banyak dijual sampai ke luar daerah dan menjadi tambahan ekonomi keluarga.
Selain itu potensi wisata air buatan yaitu Kolam renang BUMDes Mandiri. Kolam renang yang memanfaatkan sumber mata air alami ini dibuka sejak tahun 2022 lalu dan kini menjadi jujugan wisata bagi warga sekitar sampai luar daerah.
“Ada 2 kolam untuk anak dan remaja. Buka setiap hari dan weekend selalu ramai untuk wisata.Termasuk juga disekitar kolam renang ada juga penjualan makanan dan minuman untuk mengerek ekonomi sekitar juga,” ujarnya.
Tentang Desa Watestani
Dusun : Kramat, Polai, Tanjung, Parseh, Sekarputih
Luas Wilayah : 2.388 Km persegi
Jumlah Penduduk : 3.399 Jiwa
Pembangunan dan Program Tahun 2024
- Pavingisasi Dusun Kramat dan Polai
- Pembangunan TK PKK Dusun Kramat
- Jambanisasi 35 KK
- PJU Dusun Tanjung dan Polai
- BLT DD 31 KPM
Pembangunan dan Program Tahun 2025
- Pavingisasi Duusn Polai dan Sekarputih
- Pembangunan Taman Posyandu
- Ketahanan Pangan BUMDes
- Mendukung MBG dan Koperasi Merah Putih
- BLT DD 31 KPM
(eka/fun/*)
Editor : Abdul Wahid