Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kronologi Bocah 11 Tahun Meninggal usai Main Seluncur di Kolam Renang Watu Lanang Beji Pasuruan 

Rizal Syatori • Senin, 28 April 2025 | 05:26 WIB

DI-POLICE LINE: Lokasi seluncur di kolam, tempat korban ditemukan pingsan lalu meninggal. (Istimewa)
DI-POLICE LINE: Lokasi seluncur di kolam, tempat korban ditemukan pingsan lalu meninggal. (Istimewa)
 

BEJI, Radar Bromo–Agenda MFA berenang di kolam renang Watu Lanang di Desa Gunungsari, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan berujung tragedi. Bocah 11 tahun itu meninggal usai main seluncur di kolam renang setempat.

Insiden memilukan itu terjadi Minggu pagi (27/4). Selama ini, korban memiliki riwayat sering pingsan.

Sebelum tenggelam, korban yang berasal dari Desa Baujeng, Kecamatan Beji itu bersama tujuh temannya janjian berenang ke kolam renang Watu Lanang.

Mereka berangkat bersama-sama menggunakan sepeda pancal, sekitar pukul 10.30.

Begitu tiba di kolam renang sekitar pukul 11.00, mereka pun langsung bermain di kolam renang. Mereka sempat bermain air, berendam, dan berenang.

Korban bersama temannya lantas main seluncuran di kolam renang itu.  Awalnya, tidak ada masalah.

Korban dan teman-temannya bergantian main seluncuran yang terhubung ke kolam renang sedalam 80 sentimeter.

Namun, beberapa saat kemudian, korban didapati tak bergerak di bawah seluncuran. Dia pingsan.

Teman-teman korban pun langsung mengangkat korban dari kolam dan membawanya ke samping kolam. 

Korban dibaringkan dan diberi minyak kayu putih oleh salah seorang temannya. Namun, korban tak kunjung sadar.

Petugas kolam yang melihat kejadian itu, langsung memberi pertolongan. Karena tidak kunjung sadar, korban dilarikan ke bidan terdekat.

“Sesampainya di tempat, bidan langsung memeriksa kondisi korban. Ternyata korban sudah meninggal. Diduga paru-paru korban kemasukan air kolam sedalam sekitar 80 sentimeter,” terang Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno.

Setelah kejadian itu, petugas Polsek Beji dan orang tua korban sama-sama datang. Pihak keluarga menerima kematian korban. Mereka menolak jasad korban diotopsi.

Keluarga korban juga tidak menuntut pemilik kolam renang maupun pihak lain atas kejadian itu.

Sekitar pukul 13.50, keluarga membawa korban pulang ke rumah duka untuk  dimakamkan.

“Keterangan yang kami peroleh dari pihak keluarga, korban selama ini memiliki riwayat sering pingsan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasun Gunungsari Habibi menerangka, korban dibawa ke bidan terdekat dari kolam, oleh pengelola kolam renang setempat.

“Kejadiannya itu di kolam anak-anak. Kedalamannya sekitar 80 sentimeter saja,” terang Habibi.

Menurut sang kasun, di kolam itu sejatinya ada penjaga yang stanby. “Dari keterangan keluarga, korban punya riwayat sering pingsan,” terangnya. (zal/hn)

 

         

Editor : Muhammad Fahmi
#Beji #pasuruan #pingsan #bocah #kolam renang #bidan