BANGIL, Radar Bromo - Kendati telah mengalami sedikit pembenahan dan mencatat peningkatan kunjungan, kawasan Alun-Alun Bangil dinilai masih memerlukan sentuhan penataan yang lebih komprehensif.
Ada sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang perlu segera diatasi di jantung kota tersebut.
Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, mengungkapkan ada beberapa persoalan mendasar yang menjadi perhatian.
Selain akses jalan sempit di sisi timur alun-alun, kesemrawutan parkir kendaraan yang kerap mengular, juga keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang tak jarang mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
"Kami inginkan penataan yang maksimal. Dan itu perlu perencanaan matang," tegas Mas Rusdi-sapaannya.
Untuk mewujudkan visi penataan yang terpadu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan telah mengalokasikan anggaran khusus.
Dana ini akan digunakan untuk menyusun perencanaan kawasan wisata terintegrasi di Alun-Alun Bangil.
Sekaligus menyempurnakan dokumen perencanaan yang telah ada sebelumnya.
"Kami tidak ingin perencanaan parsial, dalam artian setengah-setengah," tandas Mas Rusdi.
Ia menekankan pentingnya perencanaan yang bersifat final dan mampu menjawab seluruh permasalahan yang ada.
Menurutnya, perencanaan yang matang merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan.
"Makanya tahun ini, Insyaallah, kita mulai perencanaan dulu. Ini harus dimatangkan dulu," imbuhnya.
Rencana penataan ini akan mengintegrasikan berbagai elemen penting di sekitar alun-alun.
Termasuk Masjid Agung Bangil, sistem parkir yang lebih tertib, serta penataan keberadaan sekitar 90 PKL.
Bupati Rusdi menyadari betul dilema keberadaan PKL yang di satu sisi menjadi daya tarik. Namun di sisi lain, seringkali dikeluhkan karena mengganggu lalu lintas.
"Sementara dibiarkan dulu sambil menunggu desain yang pas. Kalau sudah ada, mungkin direlokasi dengan catatan jangan sampai merugikan. Kalaupun relokasi, dicarikan tempat yang lebih ramai," janjinya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin