BANGIL, Radar Bromo–Pemkab Pasuruan punya cara unik untuk menggelorakan gerakan cinta membaca sejak dini.
Langkah tersebut, dengan menggelar Pemilihan Duta Baca/ Literasi Tingkat SMP sederat Kabupaten Pasuruan.
Lomba yang diprakarsai Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Kabupaten Pasuruan tersebut, digelar di Ruang Pertemuan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan, Kamis (24/4).
Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo membuka secara resmi acara itu.
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan, Diano Vella Fery Santoso menjelaskan, Pemilihan Duta Baca itu untuk mencari perwakilan pelajar yang siap untuk menggelorakan gerakan cinta membaca sejak dini.
Salah satunya di tingkatan pelajar SMP sederajat. Sebanyak 24 pelajar, berpartisipasi dalam pemilihan tersebut.
"Harapannya, ada yang menggerakkan komunitas atau sesama pelajar agar suka membaca. Kami pilih tiga juara sebagai perwakilan duta baca/ literasi yang akan membantu kita menggaungkan akan pentingnya membaca," jelasnya.
Selama pemilihan, ada tiga juri yang akan menilai performa dan kemampuan literasi para peserta lomba.
Diantaranya Yusimiarto Eben selaku Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan, kemudian Khilaila Laila serta Alif Sukma Mukhlisin selaku Seniman, peneliti, dan praktisi seni asal Dusun Gondanglegi, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, serta juri lainnya.
Ketiga juri tersebut akan menentukan siapa-siapa saja yang layak untuk menjadi duta baca/iterasi tingkat Kabupaten Pasuruan.
"Karena dari penilaian seluruh dewan juri akan ditentukan siapa saja yang layak jadi juara. Dan bisa mewakili Kabupaten Pasuruan, apabila ada pemilihan duta baca tingkat provinsi nantinya," jelasnya.
Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo berharap, siapapun yang terpilih sebagai Duta Baca/Literasi Kabupaten Pasuruan, bisa terus mengembangkan diri menjadi pribadi yang kaya literasi.
Sehingga, ilmu dan pengetahuan yang didapatkan, bisa dibagikan ke siapapun yang membutuhkan.
"Karena perjalanan masing panjang. Sekolah yang rajin, serap ilmu yang banyak. Dan mintalah restu pada orang tua agar sukses di bidangnya masing-masing. Satu lagi, kalau sudah kaya ilmu, segera dibagikan ke yang lain agar bermanfaat," terangnya.
Mas Rusdi - sapaan akrabnya berpesan, agar duta baca terpilih senantiasa menjadi teladan yang menyalakan semangat membaca di sekolah, di rumah, di desa bahkan di media sosia sosial.
"Jadilah Duta Baca. Bukan hanya karena terpilih tapi karena terpanggil. Jadilah teladan yang menyalakan semangat membaca di manapun berada," ungkapnya. (one/mie)
Editor : Muhammad Fahmi