TIAP kali musim hujan, permukiman dan jalan di Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, tidak jarang sering terendam. Banjir terjadi karena kiriman dari wilayah atas. Jika Sungai Sedarum dan Sungai Laweyan meluap, Desa Mlaten seringkali kebanjiran.
Apalagi jika air laut pasang, dipastikan banjir terjadi cukup lama. Bisa sampai berjam-jam.
Namun jika air laut surut, banjir bisa surut lebih cepat. Meski banjir kiriman, kondisi ini kerap menyulitkan aktivitas masyarakat desa.
Karena itu, tahun lalu, prioritas penganangan adalah masalah banjir. Pemdes Mlaten memperbaiki plengsengan di Dusun Pasar sepanjang 70 meter.
Perbaikan ini dilakukan karena plengsengan ambrol. Sehingga air sungai meluap ke pemukiman.
"Usai plengsengan ini dibangun, tidak ada genangan yang terjadi di RT 15 RW 5. Namun RT 12 dan RT 13 masih terendam saat hujan deras," kata Kades Mlaten, Muhammad Abdillah.
Ia menyebut banjir yang terjadi di desanya rutin setiap tahun. Penyebabnya kiriman dari wilayah atas.
Saat wilayah atas hujan deras, sehingga sungai Laweyan dan Sedarum meluap, dipastikan Desa Mlaten kebanjiran. Meski di desanya tidsk terjadi hujan.
"Kalau air laut surut ya, paling lama dua jam banjir nya surut. Tapi kalau air laut pasang ya bisa sampai pagi," jelasnya.
Abdillah menuturkan tahun ini penanganan banjir ditunda dahulu. Sebab tahun ini pihaknya fokus pada penanganan sampah.
Hal ini dilakukan agar penanganan bisa lebih maksimal. Penanganan banjir ini akan dilanjut lagi tahun depan.
"Rencanya kami ingin memperbaiki irigasi di dusun pasar dan gudang tahun depan. Targetnya bebas genangan banjir," tutur Abdillah.
Bangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu untuk Kelola Sampah
Tidak hanya banjir, masalah lingkungan juga menjadi persoalan yang terjadi di Desa Mlaten. Jarangnya pengangkutan sampah membuat sampah berserakan di mana mana. Bahkan sering menimbulkan bau tidak sedap.
Kondisi ini membuat pemdes berencana membangun tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) tahun ini. Lokasinya di Dusun Pesisir. Anggarannya tidak menggunakan APBDes, melainkan bantuan dari corporate social responsibility (CSR).
TPST ini akan digunakan sebagai penampungan sementara sampah warga. Saban hari, ada petugas dari desa yang memungut sampah. Lalu diletakkan di TPST sembari menunggu sampah itu akan dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
Kades Mlaten, Muhammad Abdillah menyebut, masalah sampah menjadi masalah klasik di Desa Mlaten.
Kondisi ini terjadi karena keterbatasan petugas. Ada jadwal bergiliran untuk 15 desa di Kecamatan Nguling, dan Desa Mlaten mendapat giliran Selasa dan Kamis.
"Kondisi ini membuat kerap sampah menumpuk. Kadang meluber sampai ke jalan jalan karena terlalu banyak sampah yang tidak diambil," katanya.
Paling banyak sampah ini ditemukan di Dusun Pesisir. Karena sampah meluber menyebabkan bau tidak sedap, sampai tidak jarang ada ulat dan belatung yang muncul dari sampah itu. Alhasil dusun ini mendapat julukan dusun kumuh.
"Untungnya ada CSR yang siap membantu penanganan sampah. Nah, ini kami gunakan untuk TPST," jelas Abdillah. (riz/fun/*)
Tentang Desa Mlaten Kecamatan Nguling
Dusun: Pasar, Krajan, Gudang, Buyuk, Pesisir dengan 19 RT dan 7 RW
Luas wilayah: 53,865 Hektare
Jumlah penduduk: 3.734
Program 2024
- Perbaikan plengsengan di Dusun Pasar
- Pembangunan irigasi di Dusun Krajan
- pemberian BLT DD
Program 2025
- Pembangunan TPST di Dusun Pesisir
- Pembangunan pasar desa di Dusun Pesisir
- Pemberian BLT DD