Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Wow... Tren Pengangguran di Kabupaten Pasuruan Cenderung Menurun

Muhamad Busthomi • Kamis, 17 April 2025 | 18:45 WIB
Ilustrasi pengangguran
Ilustrasi pengangguran

BANGIL, Radar Bromo - Tren pengangguran di Kabupaten Pasuruan terus menurun.

Pemkab Pasuruan melakukan sejumlah pendekatan agar mereka yang baru tamat sekolah ataupun kuliah, memenuhi kualifikasi pasar kerja.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasuruan Arif Joko Sutejo mengatakan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2024 sebesar 5,02 persen, turun 0,46 persen dibandingkan dengan 2023.

Ia merinci, jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 929,47 ribu orang.

“Sektor jasa menyerap jumlah pekerja terbanyak, yaitu 40,97 persen. Diikuti sektor manufaktur yang menyerap sebanyak 33,89 persen tenaga kerja. Sedangkan sektor pertanian menyerap tenaga kerja dengan porsi terkecil,” katanya.

Adapun jumlah pengangguran mencapai 49.113 orang.

Meskipun begitu, angka tersebut sudah berkurang 4.752 orang dibandingkan lima tahun silam, yang mencapai 53.865 orang.

Arif juga membeberkan TPT dari tamatan jenjang SMA, merupakan yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 11,24 persen.

Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasuruan Insananto Rusarandi mengatakan, ada sejumlah pendekatan yang dilakukan untuk menekan angka pengangguran.

Salah satu yang dilakukan, dengan mengoptimalkan peranan training need analysis (TNA) yang baru dibentuk akhir tahun lalu.

“Tim ini akan melakukan analisis mendalam terhadap kebutuhan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan. Sehingga pencari kerja memiliki kualifikasi yang dibutuhkan,” jelas Didit-sapaan Insananto.

Ia menjelaskan, Tim TNA akan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan kompetensi sumber daya manusia, yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja.

Hasil analisa ini, akan menjadi acuan dalam menyusun program pelatihan di Unit Pelaksana Teknis Dinas-Latihan Kerja Daerah (UPTD-LKD) Rejoso.

“Karena banyak sebenarnya pekerja itu, tidak hanya berdasarkan latar belakang pendidikannya. Terkadang passion juga berpengaruh. Makanya, TNA ini juga menggali minat bakat mereka,” bebernya.

Disamping itu, dinasnya juga rutin menggelar Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan (PBJ) yang membantu pencari kerja, siswa, dan mahasiswa untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#pengangguran #bps #kabupaten pasuruan