BANGIL, Radar Bromo - Perekonomian Kabupaten Pasuruan menunjukkan tren positif di tahun 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 5,34 persen, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku menyentuh angka Rp 201,67 triliun.
Kepala BPS Kabupaten Pasuruan, Arif Joko Sutejo, menjelaskan, PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 125,62 triliun.
“Pertumbuhan ini menunjukkan geliat ekonomi yang cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.
Dari sisi produksi, sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 10,12 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga, tumbuh 13,34 persen.
“Struktur ekonomi Pasuruan masih didominasi industri pengolahan, dengan kontribusi 60,65 persen,” ungkap Arif.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar, 60,56 persen.
Industri pengolahan juga menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi, dengan kontribusi 3,30 persen. Disusul konsumsi rumah tangga sebesar 3,04 persen.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menyambut baik capaian ini. “Pertumbuhan ekonomi dan struktur perekonomian daerah mengalami peningkatan,” ujarnya.
Tahun 2023, pertumbuhan ekonomi sebesar Rp 119,25 triliun, dan tahun 2024 menjadi Rp 125,62 triliun, atau tumbuh 5,07 persen.
Mas Rusdi-sapaannya menekankan, pembangunan berkelanjutan akan menjadi fokus utama pemerintah daerah.
“Mulai tahun 2026, kami prioritaskan hilirisasi potensi unggulan daerah,” imbuhnya.
Kemudian dalam beberapa tahun mendatang dilanjutkan dengan integrasi pembangunan lintas sektoral, penguatan daya saing regional, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang terukur setiap tahunnya.
“Kami optimistis, dengan strategi yang tepat, ekonomi Pasuruan akan terus tumbuh dan berkembang,” tukas Mas Rusdi. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin