BANGIL, Radar Bromo - Wacana Pemkab Pasuruan membangun pelabuhan pengumpan di kawasan Nguling menguap.
Itu lantaran beberapa lokasi yang diusulkan belum sepenuhnya layak dibangun fasilitas angkutan laut.
Kepala Dinas Perhubungan Eka Wara Brehaspati mengatakan, berdasarkan hasil penentuan lokasi pembangunan pelabuhan pengumpan lokal, terdapat 3 alternatif lokasi.
Yaitu di Desa Watuprapat, Desa Mlaten dan Desa Kapasan yang semuanya berada di Kecamatan Nguling.
“Sebenarnya alternatif Iokasi yang kami usulkan sudah dikategorikan layak secara ekonomi dan finansial,” katanya.
Disamping itu, tiga desa tersebut juga termasuk dalam rencana pengembangan kawasan pesisir dan ruang terbuka hijau dengan fungsi sebagai penopang kelestarian lingkungan hidup.
Serta mendorong pertumbuhan wilayah melalui pelestarian sumberdaya pesisir dan mendorong perkembangan fungsi budi daya pesisir untuk perikanan, permukiman, pariwisata, dan prasarana perhubungan.
“Akan tetapi memang hasil studi kelayakan, ketiga alternatif lokasi dimaksud tidak tertera dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN),” sampainya.
Justru, wilayah Kabupaten Pasuruan yang masuk dalam rencana pengembangan pelabuhan terletak di Kecamatan Lekok dan Kecamatan Grati dengan hierarki pelayanan pelabuhan pengumpan lokal.
Begitu juga jika ditinjau dari kesesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Timur.
Di mana alternatif lokasi untuk Kecamatan Nguling belum tertera dalam rencana pengembangan pelabuhan laut di RTRW Provinsi.
“Jadi masih perlu adanya penanganan khusus terkait rencana pembangunan pelabuhan pengumpan lokal dari segi tata ruang, teknis kepelabuhanan, dan keselamatan pelayaran,” katanya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin