BANGIL, Radar Bromo - Batalnya revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan dengan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK), tidak serta merta mengubur keinginan Pemkab Pasuruan menjadikannya sebagai ikon daerah.
Pemerintah bahkan berencana untuk tetap melanjutkan revitalisasi, namun dengan konsep yang berbeda.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyebut, kawasan tersebut masih menjadi yang paling representatif sebagai ikon daerah.
Bahkan dia membayangkan pasar wisata itu mampu menopang destinasi wisata di Jawa Timur. “Penataan akan tetap kami lakukan meskipun kemarin sempat batal,” katanya.
Revitalisasi pasar wisata itu sempat akan direalisasikan dengan DAK senilai Rp 50 miliar.
Hanya saja, proyek itu urung terlaksana, gara-gara gagal lelang hingga batas akhir pelaporan ke Kementerian Keuangan.
Politisi Gerindra itu berencana untuk mencari sumber pembiayaan lain. Bahkan, pihaknya sudah memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, yang menaungi pengelolaan pasar wisata, untuk mereview dokumen perencanaan yang sudah ada.
Sehingga bisa dipastikan apabila revitalisasi nanti berlanjut, konsepnya akan berbeda.
“Akan kami buat berbeda. Misalnya kalau perencanaan yang sudah ada itu akan dibuat bangunan bertingkat, rencananya hanya satu lantai saja,” sampainya.
Sehingga penataan yang ada, sebisa mungkin lebih aksesibel. Bukan hanya bagi pedagang, melainkan juga bagi pengunjung.
Gedung Dekopinda di kompleks pasar wisata, kata Rusdi, juga akan dibongkar. Dan dijadikan area parkir.
Kendati diakui Rusdi langkah tersebut memerlukan anggaran yang tidak sedikit.
“Mudah-mudahan bias. Akan kami upayakan mengajukan bantuan keuangan ke provinsi,” jelasnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin