BANGIL, Radar Bromo - Setelah sempat viral di medsos, toko milik Wildan langsung menjadi atensi aparat. Polres Pasuruan bersama Satpol PP Kabupaten Pasuruan bergerak melakukan penyelidikan ke jasa penukaran uang, ke toko yang berada di jalan Raya Pandaan – Bangil, Desa Sidowayah, Kecamatan Beji.
Di toko milik Wildan, petugas melakukan pengecekan. Ini dimulai sejak Senin (24/3), siang hari. Hasil pemeriksaan yang didapat dari Toko Wildan tersebut, disampaikan ke awak media di Mapolres Pasuruan.
“Hasil interograsi dilapangan, dilakukan pemeriksaan acak pada uang baru dengan sejumlah pecahan berbeda. Uang baru tersebut asli,” kata Melalui Kasat Binmas Polres Pasuruan Iptu Sunarti.
Mantan KBO Satreskrim Polres Pasuruan ini menyebutkan toko milik Wildan bergerak di bidang jasa penukaran uang baru.
Bukan kali ini semata. Secara musiman saat lebaran, itu dilakukan tiap kali jelang Lebaran.
Terhitung sejak tahun 2020 lalu sampai dengan sekarang. Atau sudah berjalan lima tahun terakhir.
Uang-uang baru ini, dengan berbagai pecahan didapat dari sejumlah orang dengan latar belakang berbeda.
Dari pengakuan pemilik toko, uang baru itu diperoleh bukan dari orang perbankan.
Lalu dari siapa yang tersebut diperoleh? Kata Sunarti, pemilik mendapatkan pecahan uang baru, dari sejumlah daerah di Jawa Barat. Diantaranya Indramayu, Bandung dan Cirebon.
“Dapat barang uang barunya beli via COD, dari sejumlah orang juga jasa penukaran uang di tiga daerah di Jabar. Tidak ada unsur pidana, yang dijual hanya jasanya saja,” jelasnya.
Pasca pemeriksaan ke toko milik Wildan usai, sampai dengan saat ini, kata Sunarti, belum ada laporan masuk dari masyarakat jika uang pecahan baru tersebut palsu.
Sebelumnya diberitakan, Wildan mengunggah video di TikTok yang menunjukkan tumpukan uang pecahan baru senilai Rp 2 miliar lebih di ruko depan rumahnya. Video tersebut memicu kehebohan di media sosial dan menimbulkan pertanyaan mengenai asal-usul uang tersebut. (zal/fun)
Editor : Jawanto Arifin