BANGIL, Radar Bromo - Kantor Perwakilan Wilayah (KPWi) Bank Indonesia (BI) Malang turun tangan menyelidiki asal-usul tumpukan uang baru senilai miliaran rupiah milik seorang warga Pasuruan, Wildan, yang viral di media sosial.
Langkah ini diambil untuk memastikan proses penukaran uang baru di wilayah tersebut berjalan sesuai prosedur.
Kepala Unit Pengedaran Uang KPWi BI Malang, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa BI Malang tidak pernah memberikan uang pecahan baru dalam jumlah besar kepada individu tertentu.
“Kami tidak pernah mengeluarkan uang dalam jumlah besar kepada seseorang atau personal,” katanya.
Taufik juga menyatakan bahwa BI Malang tidak mengetahui bagaimana Wildan memperoleh uang pecahan baru tersebut. Karena itu pihaknya menurunkan tim untuk mengetahui asal-usul uang baru itu.
Ia menjelaskan, distribusi uang baru dari BI dilakukan melalui dua jalur resmi, yaitu langsung melalui BI atau melalui perbankan.
Selain itu, BI Malang juga menyediakan layanan kas keliling yang menerima penukaran uang baru dan uang rusak.
Dalam penukaran melalui perbankan, BI mengimbau masyarakat untuk mengikuti prosedur yang berlaku.
“Untuk layanan Serambi (penukaran uang dalam rangka Hari Raya Idul Fitri), BI Malang menerapkan sistem melalui aplikasi Pintar, dengan batas maksimal penukaran sebesar Rp 4,3 juta per orang,” jelas Taufik.
BI Malang mengimbau masyarakat untuk menukarkan uang di outlet resmi yang ditunjuk serta melalui layanan kas keliling BI guna menghindari risiko uang palsu, penipuan, atau kekurangan nominal.
“Di Pasuruan, layanan kas keliling sudah berjalan maksimal seperti di Malang. Kami bahkan telah mengadakan kas keliling tematik dua kali di sana,” pungkas Taufik.
Sebelumnya diberitakan, Wildan mengunggah video di TikTok yang menunjukkan tumpukan uang pecahan baru senilai Rp 2 miliar lebih di ruko depan rumahnya.
Video tersebut memicu kehebohan di media sosial dan menimbulkan pertanyaan mengenai asal-usul uang tersebut. (tom/fun)
Editor : Jawanto Arifin