Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Antisipasi Takaran Beras yang Tak Sesuai, Pedagang Diminta Ikut Mengawasi

Muhamad Busthomi • Jumat, 21 Maret 2025 | 17:10 WIB
ANGKUT: Pekerja tengah mengangkut beras di salah satu pasar tradisional yang ada di Kabupaten Pasuruan. Untuk mengantisipasi takaran beras yang kurang, Disperindag gencar melakukan sidak.
ANGKUT: Pekerja tengah mengangkut beras di salah satu pasar tradisional yang ada di Kabupaten Pasuruan. Untuk mengantisipasi takaran beras yang kurang, Disperindag gencar melakukan sidak.

BANGIL, Radar Bromo – Antisipasi kecurangan dalam menakar bahan pokok beras di pasaran terus dilakukan.

Bahkan, sejak dua pekan menjelang lebaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan rutin menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional.

Sidak ini bertujuan untuk memastikan takaran beras kemasan 5 kilogram sesuai dengan label yang tertera.

Petugas Disperindag menyisir sejumlah pedagang, memeriksa takaran beras kemasan dari empat merek ternama.

Seperti merek Raja Lele, Pelikan, Mama Muda, Shinta Nona, serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Sidak ini tindak lanjut dari Instruksi Menteri Perdagangan untuk menjamin perlindungan konsumen,” ujar Faisal Irjik, penera Ahli Muda Disperindag Kabupaten Pasuruan.

Sejauh ini, sidak yang sudah dilakukan di beberapa pasar tradisional menunjukkan takaran beras kemasan aman.

Tidak ditemukan kecurangan. Bahkan beberapa kemasan, diklaimnya melebihi takaran.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu memastikan pemantauan terus dilakukan seiring meningkatnya daya beli masyarakat menjelang lebaran.

Jika nantinya ditemukan takaran yang kurang, pihaknya akan menyurati produsen beras.

“Pedagang juga kami edukasi agar lebih aware terhadap produk yang dijual. Sehingga, mereka bisa ikut mengawasi komoditas yang dijual kepada konsumen,” katanya.

Disisi lain, distribusi beras masih berlangsung. Bahkan dalam dua pekan terakhir, 14 ton beras didrop di Pasar Wonorejo.

Kepala Pengelola Pasar Wonorejo, Panji Setio, memastikan stok beras aman. Beras premium kemasan 5 kilogram dijual Rp 70 ribu.

Sedangkan beras SPHP di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), Rp 62.500,-.

“Harga beras IR 64 berkisar Rp 11 ribu-Rp 11.500 per kilogram. Sementara beras premium Rp 13 ribu-Rp 14 ribu per kilogram,” ungkap Panji. (tom/one)

Editor : Fahreza Nuraga
#sidak #beras #Takaran #pedagang #pasar #disperindag