BANGIL, Radar Bromo - Warga Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, kembali mengeluhkan pencemaran Kali Wrati. Diduga, bahan pencemar di sungai itu mengandung limbah berbahaya.
Keluhan ini muncul setelah ratusan ikan mati mendadak pada Selasa (18/3) malam. Saat itu, sungai tersebut ramai oleh pemancing.
Awalnya, banyak pemancing heran karena ikan tidak memakan umpan mereka.
Ikan-ikan itu malah mengambang di permukaan sungai dalam keadaan mati. Jumlahnya pun tidak sedikit, mencapai ratusan ekor,
Ketua Forum DAS Wrati Henry Sulfianto menegaskan, harus ada upaya konkret dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Sebab, bisa saja ikan-ikan di sungai itu dikonsumsi warga.
“Kami tidak tahu bagaimana bila ikan itu sampai dikonsumsi, sementara di dalamnya ada kandungan berbahaya," katanya.
Menindaklanjuti keluhan warga, tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan turun ke lokasi pada Rabu (19/3) untuk mengumpulkan data sekunder.
Mereka menyusuri aliran sungai di wilayah Dusun Minggir yang terdampak. Namun, kondisi di hilir wilayah pintu air Kedungringin tampak steril.
"Analisis sementara memang orang buang limbah atau mutas, tapi efeknya tidak sampai bawah," kata Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Taufikhul Ghony.
Tim DLH juga mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium. Ghony memastikan akan menganalisis kandungan air sungai yang diduga tercemar. Sehingga, bisa disimpulkan penyebab tercemarnya air sungai tersebut.
"Kalau memang limbah, pasti akan terulang dan akan kami pantau," tegasnya. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi