BANGIL, Radar Bromo – Ruas jalan nasional di Kabupaten Pasuruan kembali menjadi sorotan.
Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang, terutama di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil, membuat pengguna jalan mengeluh.
Perbaikan pun kembali dilakukan, namun kali ini hanya sebatas tambal sulam.
ppk 3.4 BBPJN Jatim-Bali I Made Gede Widhiyasa mengakui kondisi jalan yang paling parah memang di depan RSUD Bangil.
Ia juga menyadari bahwa perbaikan tambal sulam bukan solusi permanen. Namun hal itu yang bisa kami dilakukan saat ini.
Tambal sulam memang menjadi opsi utama, meski harus dilakukan berulang kali. Dede-sapaannya, memastikan bahwa kondisi jalan akan nyaman dilalui sebelum Lebaran tiba.
“Kami akan upayakan sebelum Lebaran, jalan nasional sudah mulus,” tegasnya.
BBPJN sendiri telah menyiapkan dua paket pekerjaan rekonstruksi jalan nasional di wilayah Pasuruan.
Pertama, rekonstruksi ruas jalan di ibu kota Bangil. Kedua, peninggian jalan di Kraton. Namun, perbaikan menyeluruh di seluruh ruas jalan belum dapat dilakukan.
“Memang tidak bisa menyentuh seluruh ruas. Tetapi ruas yang tidak termasuk dalam paket, tetap kami tangani sesuai skala prioritas,” jelas Dede.
Kondisi jalan nasional di Pasuruan memang menjadi permasalahan klasik. Setiap musim hujan, jalanan kembali rusak dan berlubang.
Hal ini tentu saja mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Kami berharap pemerintah segera menemukan solusi permanen untuk masalah ini,” ujar Moch. Rois, salah satu pengguna jalan.
Masyarakat berharap, perbaikan jalan nasional tidak hanya dilakukan menjelang Lebaran.
Tetapi juga secara rutin dan berkelanjutan. Dengan demikian, kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dapat terjamin sepanjang waktu. (tom/one)
Editor : Moch Vikry Romadhoni