BANGIL, Radar Bromo-Kabupaten Pasuruan kebanjiran investasi sepanjang 2024.
Di tengah tahun politik, arus modal justru membanjiri daerah ini, hingga melampaui target yang ditetapkan.
Dengan nilai investasi mencapai Rp 12,9 triliun, Pasuruan membuktikan diri sebagai magnet bagi para investor.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad, mengakui bahwa awalnya mereka pesimis dengan target investasi di tahun politik.
“Semula memang kami cukup realistis melihat potensi pertumbuhan ekonomi. Mengingat 2024 merupakan tahun politik,” ujarnya.
Namun, prediksi tersebut meleset. Tren pertumbuhan investasi justru terus merangkak naik.
Terutama di semester kedua tahun 2024. Pada triwulan pertama misalnya, nilai investasi hanya berkutat di angka Rp2,8 triliun. Bahkan, sempat menurun di angka Rp2,7 triliun pada triwulan kedua.
Capaian tersebut didapat dari tiga sumber. Yaitu, Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK).
Dalam kurun waktu Oktober hingga Desember 2024 bahkan mencapai Rp3,6 triliun.
Syaifudin mengatakan, realisasi itu melampaui target. Atau setara dengan 139 persen dari angka yang ditargetkan sebesar Rp 9,3 triliun.
“Ada beberapa sektor yang cukup mendominasi pertumbuhan investasi ini,” ungkap Syaifudin.
Sektor industri makanan, perdagangan, dan farmasi menjadi penyumbang terbesar dalam pertumbuhan investasi ini.
Misalnya dalam PMDN, industri makanan dan perdagangan memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan investasi dari 23 sektor usaha.
“Selain dua sektor itu, industri farmasi turut menyumbang investasi dalam Penanaman Modal Asing (PMA),” kata Syaifudin.
Begitu juga sektor UMK yang mencapai Rp25,6 miliar pada semester pertama. Lalu merangkak hingga Rp 43,1 miliar pada semester kedua.
“Memang kalau melihat tren peningkatannya secara keseluruhan terjadi di semester kedua 2024,” sampainya. (tom/one)
Editor : Fahreza Nuraga