BANGIL, Radar Bromo - Masyarakat diminta waspada akan terjadinya hujan dengan intensitas deras disertai angin kencang.
Hal itu, menyusul terbentuknya siklon tropis Taliah atau badai yang terbentuk di Samudra Hindia.
DPRD setempat meminta pemerintah daerah memberi perhatian khusus bagi wilayah di lereng Gunung Bromo yang rawan longsor.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setiya Wardhana, menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Alat berat harus disiagakan di wilayah-wilayah yang rawan longsor. Terutama di lereng Gunung Bromo,” tegasnya.
Legislator Gerindra itu mengapresiasi pembentukan relawan tangguh bencana, mulai tingkat kecamatan hingga desa.
Namun, Wardhana menilai bahwa upaya tersebut belum cukup tanpa dukungan peralatan yang memadai.
“Alat berat sangat dibutuhkan untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat saat terjadi bencana. Delapan desa di Tosari memiliki kerawanan yang sama-sama tingginya karena berada di lereng,” imbuh politisi asal Tosari tersebut.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, instansinya belum miliki alat berat yang khusus untuk menangani bencana.
Namun dalam setiap kejadian longsor, biasanya dikerahkan alat berat milik dinas teknis.
“Sebenarnya sudah ada yang naik, dua hari lalu juga digunakan untuk tangani longsor di Tosari,” katanya.
Sugeng juga mengakui, bahwa kapasitas penanganan bencana di BPBD masih terbatas.
Sehingga pihaknya seringkali kewalahan menangani bencana saat ini.
Termasuk dalam operasikan alat berat yang memang tidak bisa cakup banyak wilayah terdampak dalam waktu bersamaan.
“Jadi memang, ketika ada kejadian harus dioperasikan bergantian,” imbuh Sugeng. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin