BANGIL, Radar Bromo - Pemkab Pasuruan tak ingin buru-buru menuntaskan revitalisasi Alun-alun Bangil, kendati sudah mengantongi masterplan.
Tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup justru mengalokasikan anggaran untuk mengantisipasi adanya redesign konsep revitalisasi wajah kota tersebut.
Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Taufikhul Ghony mengatakan, anggaran redesign itu ditujukan, untuk menyiapkan transisi pemerintahan yang baru.
Dengan segera dilantiknya Rusdi Sutejo-Shobih Asrori sebagai bupati dan wakil bupati.
Sehingga masterplan kawasan ruang terbuka hijau itu, mesti sesuai dengan visi misi pemerintahan yang berjalan.
“Jadi sementara, revitalisasi kami cukupkan di 2024. Baik yang bersumber dari APBD maupun CSR,” katanya.
Sedikitnya, anggaran senilai Rp 500 juta sudah ada dalam APBD 2025 untuk menyusun perencanaan kawasan Alun-Alun Bangil.
Ghony-sapaannya mengaku, perencanaan tersebut nantinya akan menyempurnakan masterplan yang sudah ada.
“Dari masterplan yang sudah ada itu, nantinya disempurnakan sesuai dengan visi misi Mas Bupati,” imbuhnya.
Baru setelah itu, revitalisasi secara menyeluruh bisa digulirkan kembali. Meskipun Ghony belum mengetahui, apakah revitalisasi itu akan dilanjutkan melalui P-APBD. Atau dikerjakan mulai tahun depan.
“Kalau fisiknya, yang jelas kami juga menghitung prioritas pemerintah dan kekuatan fiskal daerah,” tukas dia.
Diketahui, revitalisasi Alun-Alun Bangil sepanjang 2024 hanya digulirkan dengan anggaran sekitar Rp 600 juta.
Dan itu, hanya mencakup bagian terluar Alun-alun saja. Selebihnya, DLH bergantung pada CSR.
Salah satunya pembangunan amfiteater senilai Rp 300 juta. Lalu beberapa item seperti paving, jogging track serta lampu. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin