Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemkab Pasuruan Targetkan IPM Samai Provinsi, Begini Strategi yang Diterapkan

Muhamad Busthomi • Kamis, 30 Januari 2025 | 17:20 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

BANGIL, Radar Bromo - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pasuruan masih tertinggal dari IPM Nasional maupun Provinsi Jawa Timur.

Karenanya, Pj Bupati Pasuruan Nurkholis menargetkan, IPM Kabupaten Pasuruan bisa kembali meningkat tahun ini. Setidaknya, bisa menyamai IPM provinsi.

Menurutnya, indeks tersebut penting untuk mengukur kualitas hidup masyarakat.

Diketahui, IPM Jawa Timur tahun 2024 mencapai 75,35. Sementara IPM Indonesia tahun 2024 mencapai 75,02.

“Sebenarnya setelah kami evaluasi, 2024 kemarin sudah menunjukkan pertumbuhan yang bagus,” ujarnya.

Beberapa program pemerintah daerah, kata Nurkholis, diyakini menjadi pemicu kenaikan IPM.

Diantaranya perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang sudah dipastikan nihil setelah program jambanisasi digencarkan.

Kemudian, support anggaran DBHCHT yang begitu besar membuat cakupan UHC 100 persen.

“Anggaran untuk support ambulan di puskesmas-puskesmas dan intervensi stunting juga cukup banyak. Hal itulah yang kami targetkan bisa memicu kenaikan IPM dari dimensi kesehatan,” katanya.

Hanya saja, ia menyebut dalam menjamin kualitas hidup masyarakat bukan tanggung jawab pemerintah saja.

Melainkan juga menjadi tanggung jawab bersama. Dan itu yang perlu disadari seluruh stakeholder.

“Itu tugas bersama untuk mewujudkan ipm semakin meningkat. Dan saya yakin kedepannya, di bawah kepemimpinan Bupati terpilih bisa mendongkrak ipm,” bebernya.

Diketahui, berdasarkan catatan BPS setempat, peningkatan IPM di Kabupaten Pasuruan ditunjang semua dimensi penyusunnya.

Baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, maupun standar hidup layak. Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada 2024 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 74,61 tahun.

Meningkat 0,20 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.

Sementara pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk umur 7 tahun meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari 12,77 menjadi 12,78 tahun.

Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk umur 25 tahun ke atas, meningkat 0,02 tahun, dari 7,44 pada tahun 2023 menjadi 7,46 tahun pada tahun 2024.

Adapun dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun (yang disesuaikan), meningkat Rp 378 ribu dibandingkan tahun sebelumnya. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#ipm #babs #provinsi #nasional #rls #uhc #hls