BEJI, Radar Bromo–Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasuruan sejak Rabu (15/1) malam, mengakibatkan banjir meluas di sejumlah kecamatan.
Genangan terparah terjadi di Kecamatan Beji, Gempol, dan Bangil, dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter di beberapa titik.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi menyebut, banjir disebabkan oleh meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Wrati akibat intensitas hujan yang tinggi.
“Ketinggian air di beberapa titik mencapai 60 hingga 90 sentimeter. Jalan raya pantura di beberapa titik juga tergenang, sehingga arus lalu lintas sempat terhambat,” ujar Sugeng.
Dalam peristiwa kali ini, sedikitnya 10 desa di tiga kecamatan terdampak genangan.
Antara lain Desa Tambakan di Kecamatan Bangil; Desa Cangkringmalang, Gununggangsir, Gajahbendo, Beji, Wonokoyo, Kedungringin, dan Kedungboto di Kecamatan Beji.
Serta Desa Gempol dan Legok di Kecamatan Gempol.
“Intensitas hujan yang cukup panjang sejak sore hingga dini hari memicu luapan kali Wrati dan beberapa anak sungai lain yang tidak mampu menampung tingginya debit air,” ujarnya.
Kondisi itu jelas menghambat aktivitas warga. Bahkan beberapa sekolah terpaksa diliburkan.
Sugeng mengatakan, dapur umum seketika didirikan di tiga desa di Kecamatan Beji.
Yakni di Cangkringmalang, Kedungringin dan Kedungboto.
Menurutnya, unsur relawan dan masyarakat dilibatkan dalam menyiapkan pasokan makanan untuk warga terdampak.
“Kami hanya menyuplai logistik saja sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak,” bebernya.
Camat Beji Abdurrohim Efendi menambahkan, terbentuknya kecamatan tangguh bencana saat ini membuat penanganan kedaruratan dalam menghadapi bencana lebih efektif.
Termasuk kesiapan relawan dan masyarakat menyiapkan dapur umum.
“Meskipun secara peralatan memang belum cukup memadai, masih perlu bantuan BPBD, tetapi secara kesiapan sudah responsif begitu terjadi bencana seperti saat ini,” kata dia.
Menurut dia, sejak genangan air masuk permukiman, suplai logistik yang didistribusikan baru berupa makanan ringan.
Sebagian warga mendapat makanan siap saji. Tetapi setelah adanya dapur umum, warga terdampak akan disuplai makanan berdasarkan data yang ada.
“Kalau ditanya sampai kapan, tentunya kondisional sampai genangan surut dan tidak mengganggu warga dalam beraktivitas,” ujarnya. (tom/mie)
Editor : Muhammad Fahmi