BANGIL, Radar Bromo - Kabupaten Pasuruan berhasil menekan angka pengangguran. Data terbaru menunjukkan, adanya peningkatan signifikan jumlah penduduk yang bekerja di tahun 2024.
Jika pada 2023 lalu tercatat sebanyak 865.336 jiwa penduduk bekerja, angka ini melonjak menjadi 929.468 jiwa.
Kenaikan jumlah penduduk bekerja ini, diiringi dengan penurunan tingkat pengangguran.
Pada 2023, tingkat pengangguran terbuka mencapai 5,48 persen. Namun pada tahun 2024, angka ini turun menjadi 5,02 persen.
"Paling tidak hal ini mengindikasikan adanya perbaikan kondisi pasar kerja di Kabupaten Pasuruan," kata Nur Kholis, kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasuruan.
Meski begitu, Pemkab Pasuruan masih punya pekerjaan rumah, untuk menuntaskan angka pengangguran yang masih tinggi.
Kendati angkanya juga mulai berkurang. Dibandingkan 2023 yang mencapai 50.171 orang, jumlah pengangguran tahun ini “hanya” sebanyak 49.113 orang.
Data menunjukkan, bahwa pada tiga tahun terakhir, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi ada pada lulusan SMA/SMK dan Perguruan Tinggi.
Mayoritas penduduk pekerja berasal dari lulusan SMA/SMK. Sementara lulusan SD dan SMP memiliki tingkat pengangguran yang lebih rendah. Tetapi dengan jumlah pekerja yang lebih sedikit.
"Hal ini mengindikasikan pekerja dengan pendidikan SD bisa jadi sudah hampir nihil. Karena kesadaran pendidikan telah dimiliki masyarakat," jelasnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin