Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Fraksi Gerindra Ambil Alih Pimpinan AKD, Fraksi Golkar dan Nasdem Pertanyakan Urgensi Perombakan AKD

Muhamad Busthomi • Sabtu, 21 Desember 2024 | 16:45 WIB
DPRD Kabupaten Pasuruan
DPRD Kabupaten Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo - Perombakan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang diputuskan belum lama ini, membuat sejumlah fraksi kecewa.

Bahkan, Fraksi Golkar memilih walk out saat rapat paripurna internal, memutuskan pergantian pucuk komando AKD di parlemen daerah Kabupaten Pasuruan.

Sekretaris Fraksi Golkar Gaung Andaka Ranggi Purbangkara mengaku sengaja, memilih walk out sebagai sikap politiknya.

Menurutnya, hal itu sudah lumrah terjadi di dunia politik. Hanya saja, Gaung sedikit memberikan catatan mengenai urgensi perombakan pimpinan AKD tersebut.

“Apa urgensi yang menjadi dasar rapat kemarin, kami belum mendapat jawabannya. Sehingga sikap walk out kami adalah hal yang wajar,” katanya.

Senada diutarakan legislator Nasdem, Eko Suryono. Ia mengatakan, aturan pergantian pimpinan AKD, semestinya mengacu pada tata tertib. Di mana, mekanisme itu baru bisa digulirkan setelah 2 tahun 6 bulan.

“Tatib kita ini, sudah mengadopsi persis PP 12/2018. Aturannya sudah sangat jelas, namun ditafsirkan berbeda,” sampainya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat menganggap sikap Fraksi Golkar memilih walk out tetap harus dihormati.

Hanya saja, ia memastikan hal itu tak membawa pengaruh apapun. Perombakan pimpinan AKD tetap diputuskan.

“Rapat kemarin diikuti 38 anggota, lebih dari dua per tiga. Artinya ketika ada yang memilih walk out, keputusan kemarin tetap diambil dalam status kuorum,” jelasnya.

Diketahui, perombakan pimpinan AKD DPRD Kabupaten Pasuruan membuat beberapa fraksi tersingkir.

Antara lain Fraksi Golkar dan Nasdem itu sendiri. fraksi-fraksi yang selama ini menjadi koalisi pendukung Bupati Pasuruan terpilih M. Rusdi Sutejo mengambil alih posisi strategis di parlemen daerah.

Misalnya saja, Eko Suryono yang semula menjabat Sekretaris Komisi I digantikan oleh legislator Demokrat Bambang Yulianto.

Begitu juga dengan Gaung Andaka Ranggi Purbangkara yang digantikan legislator Gerindra Agus Setiya Wardhana dari Fraksi Gerindra sebagai Ketua Komisi II.

Sementara Wakil Ketua Komisi I Nik Sugiharti (Fraksi Golkar) digantikan M. Ghozali dari Fraksi PKS.

Mahdi Haris (Fraksi Golkar) yang semula menduduki Sekretaris Komisi III juga digantikan Khoirul Anam dari Fraksi Gerindra.

Terakhir, legislator Golkar Tri Adi Laksono yang menjabat Wakil Ketua Komisi IV juga digantikan Najib dari Fraksi PKS.

Komposisi AKD yang dibentuk akhir Agustus lalu memang tak satupun mengakomodir anggota dewan dari fraksi-fraksi yang berada di koalisi M. Rusdi Sutejo-M. Shobih Asrori.

Fraksi Gerindra, PKS, Gelora dan Demokrat sama sekali tak mendapatkan jatah kursi pimpinan AKD.

Padahal, di periode ini partai besutan Prabowo Subianto misalnya, terbilang sukses menempatkan 12 kadernya di DPRD.

Akan tetapi, sebagai peraih kursi terbanyak kedua, Gerindra justru tak mendapatkan posisi strategis dalam komposisi AKD. Baik komisi dan badan-badan. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#akd #walk out #dprd kabupaten pasuruan #Fraksi