BANGIL, Radar Bromo - Keberadaan hutan kota di Kabupaten Pasuruan masih dikelola secara konvensional.
Sekadar untuk menjaga suhu udara. Padahal, juga bisa memberikan nilai estetika. Bahkan, bisa dijadikan wahana rekreasi keluarga.
Hal itu disampaikan Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis saat mengunjungi Hutan Kota Kalirejo, Rabu (20/11). Lelaki yang juga Plt Kepala DLH Jawa Timur itu mengatakan, hutan kota mesti dikelola secara lebih baik.
Tidak sekadar untuk menjaga keseimbangan ekologi. "Padahal kalau dikelola dengan baik juga bisa menghasilkan PAD," kata Nurkholis.
Asalkan, perwajahan hutan kota itu sendiri mendukung. Sarana dan prasarananya memadai. Sehingga, pengunjung jadi lebih nyaman dan kerasan.
Ia mengakui, hutan kota yang dimiliki Pemkab Pasuruan seperti di Kalirejo dan Pogar, masih kurang maksimal.
"Kalau kami lihat tanamannya, masih kurang. Sebenarnya masih bisa dipercantik lagi," imbuhnya.
Ia mengatakan, misalnya, Taman Wisata Study Lingkungan (TWSL) di Probolinggo, yang dilengkapi dengan semacam mini zoo.
Sehingga, menjadi daya tarik bagi para pengunjung. Apalagi ketika akhir pekan. Kawasan itu dijadikan wahana rekreasi keluarga.
"Makanya, kalau hutan kota ini luasannya sekitar 2 hektar, sebenarnya masih prospek dikembangkan lagi," jelasnya.
Ia akan meminta Bappelitbangda untuk mengkaji kelayakan pengembangan hutan kota. Termasuk apakah memungkinkan jika pengelolaannya dikerjasamakan dengan pihak ketiga. (tom/one)
Editor : Fahreza Nuraga