BANGIL, Radar Bromo – Sejumlah cara dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga susu sapi segar.
Tidak hanya pemerintah pusat. Saat ini Pemprov Jatim tengah mengusulkan agar susu segar masuk dalam kategori bahan pokok penting.
Hal ini disampaikan Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono. Sebab, Jawa Timur memiliki kontribusi besar dalam produksi susu segar di Indonesia.
Bila susu sapi segar masuk bahan pokok penting menurut Adhy, akan memungkinkan bagi pemerintah daerah untuk mengendalikan harga susu di pasaran. Termasuk menjaga kestabilan harga produk tersebut.
Adhy menyampaikan, populasi sapi perah di Indonesia mencapai sekitar 468 ribu ekor dan 62 persen di antaranya dari Jawa Timur. Yakni, sekitar 283 ribu ekor sapi perah.
“Jadi, Jawa Timur bukan hanya sebagai gudang pangan. Namun, juga pusat logistik pangan nasional. Itulah mengapa stabilitas harga susu perlu menjadi perhatian khusus,” kata Adhy.
Selain itu, Adhy berharap kebijakan Kementerian Pertanian yang membuka keran pasokan susu lokal ke industri pengolahan susu bisa segera ditindaklanjuti dengan regulasi yang lebih jelas.
Baik berupa keputusan presiden, maupun keputusan menteri. Sehingga, kebijakan itu akan lebih kuat.
Namun, ia juga mengingatkan kepada para peternak dan koperasi susu untuk selalu menjaga kualitas susu yang dihasilkan.
Sehingga, produk susu lokal dapat diterima dengan baik oleh industri pengolahan dan meningkatkan daya serap produk susu lokal.
Kabupaten Pasuruan sendiri merupakan salah satu daerah penghasil susu sapi terbesar di Jawa Timur. Memiliki populasi sekitar 90 ribu ekor sapi perah yang tersebar di enam kecamatan.
Selain itu, ada 14 unit badan usaha di bidang produksi susu yang tersebar di lima kecamatan. Yakni, di Kecamatan Tutur, Purwodadi, Grati, Puspo, dan Lumbang. Dari sini, sekitar 276.000 liter susu diproduksi per hari.
Kabupaten Pasuruan juga memiliki tiga industri pengolahan susu yang mendukung pengolahan produk susu dari peternak lokal.
Pj Bupati Pasuruan Nurkholis berharap, industri pengolahan susu dapat menguntungkan peternak dan pengolah susu. Sehingga, meningkatkan kesejahteraan para peternak serta masyarakat setempat.
“Kami berharap dengan kerja sama yang baik, kesejahteraan peternak dan masyarakat dapat meningkat dan sektor persusuan ini dapat berkembang lebih pesat,” ungkapnya. (tom/hn)
Editor : Achmad Syaifudin