Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kedalaman Cutting Jalan Jetak-Dayurejo Disoal Anggota Dewan, Ini Penyebabnya

Muhamad Busthomi • Selasa, 5 November 2024 | 19:05 WIB
DISOAL: Pemotongan lapisan aspal lama yang dianggap terlalu dalam oleh anggota dewan. Mereka geram, lantaran membahayakan pengguna jalan.
DISOAL: Pemotongan lapisan aspal lama yang dianggap terlalu dalam oleh anggota dewan. Mereka geram, lantaran membahayakan pengguna jalan.

BANGIL, Radar Bromo - Enam kecelakaan terjadi selama proyek perbaikan jalan. Angka ini membuat Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan geram.

Mereka pun langsung turun ke lokasi proyek perbaikan jalan di jurusan Jetak-Dayurejo, Kecamatan Prigen, Senin (4/11).

Proyek pemeliharaan berkala yang menelan anggaran Rp 3,5 miliar itu, mendapat sorotan lantaran, sudah banyak memakan korban.

Bahkan, ada salah satu korban yang parah, sampai harus dioperasi. Akibatnya, mengalami cacat permanen.

Proyek yang dikerjakan CV Dua Bersaudara itu, masih dalam tahap persiapan pengaspalan.

Sejumlah titik di ruas sudah selesai cutting. Proses itu merupakan pemotongan lapisan aspal lama, agar hasil pengaspalan lebih maksimal.

Hanya saja, kedalaman cutting dalam proyek pemeliharaan jalan ini, dianggap terlalu dalam. Sehingga membuat pengguna jalan terjatuh, saat melintasi jalan tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Yusuf Daniyal mengatakan, proses cutting di lokasi proyek itu memang cukup membahayakan.

Apalagi, kata Daniel-sapaan Yusuf Daniyal, proses cutting itu sudah berlangsung sekitar tiga pekan yang lalu.

Sementara, bekas proses cutting dibiarkan menganga tanpa penutup. Kondisi itu, akhirnya membuat banyak pengguna jalan terjatuh saat melintas.

Daniel-sapaannya menegaskan, dari sidak yang dilakukan, pihaknya tidak menyalahkan proses cutting yang dilakukan pelaksana.

Apalagi, tahapan itu memang mesti dilalui dalam pekerjaan perbaikan jalan.

“Masalahnya, kenapa jarak waktu antara proses cutting dengan pengaspalan ini terlalu lama. Sehingga bekas cutting ini, membuat pengguna jalan terjatuh,” ujarnya.

Seharusnya, bekas cutting segera ditutup aspal tak berapa lama. Tanpa harus menunggu berminggu-minggu seperti sekarang. Apalagi, ruas jalan itu terbilang padat.

“Saya minta dinas untuk segera menegur kontraktor atau pelaksana proyek itu. Kapan bisa diaspal, kenapa lama, kalau ada kendala apa kendalanya. Kalau tidak segera diaspal, apa solusinya,” kata legislator PKB itu.

Minimal, kata Danil, kalau tidak segera diaspal. Ada rambu-rambu atau petugas yang berjaga di titik-titik jalan yang dicutting.

Tidak dibiarkan begitu saja. Disamping itu, Daniel juga meminta pelaksana bertanggung jawab kepada para korban yang terjatuh, saat melewati bekas cutting di lokasi proyek.

“Minimal dibantu untuk biaya pengobatannya, khususnya yang sampai harus operasi dan cacat,” katanya.

Sub Koordinator Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan, Lutfi Ikhawanto mengaku, sudah meminta pelaksana segera menindaklanjuti cutting jalan dengan pengaspalan.

Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf, banyaknya kejadian selama proyek itu berlangsung.

“Kami sudah tegur dan ingatkan kontraktor untuk segera menutup bekas cutting ini dengan aspal. Dan mereka sanggup melakukannya. Insyallah hari ini langsung ditutup bekas cutting yang membahayakan,” bebernya.

Sementara itu, Mufid selaku pelaksana dari CV Dua Bersaudara mengaku, pihaknya masih menunggu material hotmix.

Hal ini yang membuat setalah cutting, jalan setempat memang tidak bisa langsung diaspal.

"Kami terkendala, karena masih harus menunggu pengiriman hotmix untuk bisa melanjutkan pekerjaan. Tapi, kami upayakan untuk segera dilakukan pengaspalan," sampainya. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#jalan #dprd kabupaten pasuruan #perbaikan jalan